Di Balik Singa Oranye: Saat Tabungan Bank Saya Membiayai Industri Fossil yang Beracun
Oleh: Lise Yan Sui de Fretes (warga Belanda keturunan Maluku)
Di sela-sela dentang cangkul di kebun dan riuh rendah suara dari balik layar rapat Zoom, tangan saya sibuk menyeka debu di sudut rumah. Aktivitas harian yang tampak biasa, sederhana, dan menenangkan. Namun di dalam kepala saya, sebuah kesadaran bertolak belakang sedang bergemuruh hebat.
Sudah beberapa minggu ini saya terus memikirkan satu hal: memindahkan rekening bank saya dari ING ke Triodos. Sebuah langkah yang bagi banyak orang mungkin tampak sepele, tetapi bagi saya terasa begitu berat.
Di satu sisi, ada rasa cemas yang menghantui saat membayangkan pengeboran minyak dan gas skala besar di perairan Laut Maluku dan Laut Arafura yang rentan. Di sisi lain, ada kenyataan pahit yang terus saya sangkal selama bertahun-tahun—bahwa uang yang saya simpan di ING ikut membiayai kehancuran lingkungan itu.
Saya mengagumi perjuangan gerakan seperti Milieudefensi, Greenpeace, hingga aksi Pesta Babi-Papua. Saya bersuara keras menolak kerusakan ekosistem laut Maluku.
Namun, mengapa ketika diminta menandatangani formulir petisi Milieudefensie yang berbunyi: “ING, hentikan dukungan terhadap pencemaran lingkungan dan ketidakadilan, atau saya akan pergi!”, tangan saya justru ragu?
Saya berpikir tiga kali sebelum menandatanganinya. Tiga kali. Betapa mulus dan tak disadari hipokrasi itu menyusup ke dalam hidup saya.
Perangkap Bernama Kenyamanan 47 Tahun
Mengapa begitu sulit untuk pergi? Jawabannya terletak pada nostalgia.
Saya teringat masa muda saya. Betapa bahagianya saya ketika pertama kali berjalan ke Kantor Pos untuk membuka rekening bank sendiri dari hasil kerja liburan dan kuliah harian.
Saya menabung cent demi cent untuk bekal pindah ke akomodasi mahasiswa, hingga akhirnya menerima beasiswa di rekening yang sama. ING telah memegang kesetiaan saya sejak saya berumur 16 tahun.
Ketika anak-anak saya lahir, saya membukakan mereka rekening junior. Singa oranye yang ramah itu menjadi simbol pertama mereka mengenal nilai uang.
Penulis :
Editor :



