Istri Bupati SBB Intervensi, Ganti Juara Lasqi dengan Kerabat
potretmaluku.id – Dua peraih juara pertama Festival Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Nusantara tingkat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) 2026, Sarina Tupamahu dan Nadia Patty dicoret dari daftar kontingen yang akan mewakili daerah itu di tingkat Provinsi Maluku.
Mereka disebut digantikan oleh orang lain setelah festival tingkat kabupaten berakhir. Keputusan tersebut memicu kekecewaan keluarga peserta.
Dahlan Patty, orangtua Nadia Patty, menuding pencoretan putrinya dan Sarinah terjadi karena intervensi Ketua Lasqi SBB, Yeni Rosbayani Asri. Padahal sebelumnya Nadia telah dipastikan bakal mewakili SBB ke Festival Seni Qasidah Indonesia Nusantara tingkat provinsi Maluku.
Menurut Dahlan, nama dua peraih juara Lasqi SBB itu diganti atas permintaan Yeni Risbayani Asri untuk mengikuti festival tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang.
Persoalan itu disiroti lantaran pengganti Nadia dan Sarina diduga merupakan kerabat dekat Reni Rosbayani Asri yang notabenenya istri Bupati SBB, Asri Arman.
Bahkan salah satu pengganti tidak mengikuti seleksi maupun menjadi peserta pada festival tingkat kabupaten, sehingga mempertanyakan proses penetapan kontingen SBB dan menilai keputusan tersebut tidak mencerminkan hasil kompetisi.
“Tapi nama anak saya Nadia dan satuhya lagi yang dapat juara satu namanya Sarina Tupamahui tiba-tiba diganti dengan orang lain untuk tampil ditingkat provinsi,” kata Maluku,” kata Dahlan kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).
Dahlan mengaku, sehari setelah pemeng lomba diumumkan dan fesital tersebut resmi ditutup, salah satu orang dekat dari istri Bupati SBB Yeni Rosbayani Asri datang ke rumahnya di Negeri Latu, Kecamatan Amlatu untuk menemuinya.
Dalam pertemuan, utusan dari Yeni Rosbayani Asri itu menyampaikan bahwa Nadia tak bisa mewakili SBB ke ajang festival senin qasidah tingkat provinsi karena telah diganti dengan orang lain.
“Dia bilang begitu bahwa anak saya tak bisa ikut ditingkat provinsi karena namanya sudah diganti. Saat saya cek ternyata nama Sarina juga diganti,” ujar Dahlan kesal.
Kata dia, nama Nadia dan Sarina digantikan dengan orang lain untuk mewaakili SBB ke tingkat provinsi atas permintaan Yeni Rosbayani Asri yang diketahui menajbat sebagai Ketua Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (Lasqi) Kabupaten SBB.
“Iya, diganti atas permintaan ibu bupati,” sebutnya.
Ia mengaku sangat kecewa karena dua orang yang menggantikan putrinya dan Sarina adalah keluarga dari Yeni Rosbayani Asri. Bahkan yng menggantikan putrinya itu diketahui tidak mengikuti seleksi dan tak tidak menjdi peserta di tingkat kabupaten.
Adapun dua orang kerabat dekat Yeni Rosbayani Asri yang menggantikan Nadia dan Sarina slah satunya diketahui tinggal di pendopo bupati dan satunya lagi berasal dari salah satu dusun di Kecamatan Huamual.
“Ini kan nepotisme namanya, untuk apa lagi ada seleksi kalau yang juara dieliminsi dn digantikan dengan keluarga sendiri,” kecamnya.
Ia juga mengaku sangat kecewa dengan para juri dan pihak panita termasuk pengurus Lasqi SBB karena tak mampu melakukan seleksi secara independen, sehingga mereka yang keluar sebagai juara dan harusnya mewaakili SBB justru disingkirkan.
“Ini sangat miris sekali dan ini mencerminkan mental mereka yang sangat bobrok,” tandasnya. (SAH).
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



