Pendapat

Di Balik Singa Oranye: Saat Tabungan Bank Saya Membiayai Industri Fossil yang Beracun

Semua pengorbanan ini dilakukan atas nama “transisi energi hijau” masyarakat Barat, untuk mobil listrik modern, sepeda canggih, dan kekayaan para oligarki teknologi yang kian melambung. Sementara itu, hutan-hutan di timur Indonesia mati perlahan.

Proyek Blok Masela pun menyusul dengan cerita yang sama: pengeboran lepas pantai, reklamasi pelabuhan, dan pembangunan kilang pemrosesan gas skala raksasa.

Meskipun berbagai laporan independen telah memberikan peringatan keras tentang ancaman bencana ekologis yang tak terpulihkan, konsorsium asing dari Jepang hingga Malaysia telah membagi-bagi kue keuntungan tersebut.

Menyapu Jelaga, Memecah Kesunyian

Bagaimana mungkin kita tetap diam melihat semua ini? Bagaimana kita bisa mencegah Kepulauan Maluku kehilangan jiwa, karakter, dan ruang hidupnya untuk selamanya?

Jawabannya adalah “terus berbicara”. Kita tidak boleh lagi berpura-pura tidak melihat jelaga hitam berminyak yang menempel di dinding dapur kita sendiri.

Kita tidak boleh membiarkan diri kita dininabobokkan oleh korporasi berkedok ramah lingkungan, maupun para predator bahan bakar fosil yang mengeruk tambang di Maluku.

Suarakan apa yang sedang terjadi hari ini. Ceritakan bagaimana pengalaman desa-desa adat kita terancam kehilangan ruang hidupnya, dan bagaimana komunitas tradisional ditekan oleh arus kapitalisme skala besar.

Berbicaralah agar jeritan dari Maluku dan kepedulian gerakan masyarakat terdengar nyaring, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga menghentak kesadaran publik di Belanda dan dunia internasional.

Langkah kecil saya hari ini dimulai dengan melepaskan ikatan 47 tahun dari singa oranye itu. Karena memutus rantai perusakan bumi tidak cukup hanya dengan prihatin, ia harus dimulai dengan keberanian untuk berhenti membiayainya. Saatnya berhenti diam. Bersuara, bertindak, dan lepaskan keterikatan kita.(*)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis :
Editor :

Previous page 1 2 3

Berita Serupa

Back to top button