Bermain melawan anak laki-laki di Belanda, Cataleya Tehupelasury belajar tentang kekuatan, disiplin, dan mimpi yang tak mengenal jarak.
potretmaluku.id – Bola itu memantul pelan di kakinya. Keringat menetes, napas tersengal, tapi matanya justru berbinar. Cataleya Nuraisha Tehupelasury, bocah 12 tahun kelahiran Belanda berdarah Maluku, tahu betul kemana arah mimpinya: dari lapangan-lapangan dingin di Eropa menuju panggung besar sepak bola dunia dengan bendera Merah Putih di dadanya.
Awal Agustus 2025, Cataleya pulang ke tanah leluhur di Maluku bersama ayahnya, Dadé Tehupelasury, dan ibunya, Feby Umarella. Liburan keluarga itu tak sekadar ajang temu sanak. Pada 1 Agustus, ia singgah ke National Olympic Academy (NOA) of Indonesia, lembaga yang berafiliasi dengan Komite Olimpiade Nasional Indonesia.
Di sana, ia bertemu Ikhsan Tualeka, Eksekutif Komite NOA. Pertemuan berlangsung akrab, diselingi senyum lebar dan cerita tentang mimpi masa depan.
“Saya bangga punya darah Maluku dan Indonesia. Suatu saat, saya ingin bermain untuk Timnas Putri Indonesia dan membawa nama Indonesia ke pentas dunia,” kata Cataleya, suaranya penuh semangat.
Dari FC Hedel ke Turnamen Eropa
Sejak usia dini, Cataleya bermain untuk FC Hedel, klub yang kini menempatkannya di tim JO13 — kelompok junior pria di bawah usia 13 tahun yang berkompetisi di kasta Hoofdklasse, salah satu tingkat amatir tertinggi di bawah liga profesional Belanda.
Bersama rekan-rekan laki-laki yang umumnya lebih kuat secara fisik, Cataleya mengandalkan teknik, kecepatan, dan visi bermain.
Latihan rutin ia jalani dua kali seminggu, ditambah satu pertandingan resmi setiap akhir pekan. Masih ada pula sesi tambahan di Football Academie “JGO4IT” seminggu sekali, dibimbing pelatih profesional.
Pengalamannya kian kaya ketika terpilih membela tim bakat regional di turnamen wanita U-15. Lawannya bukan sembarangan: Ajax dari Belanda dan Club Brugge dari Belgia. Dari pertandingan-pertandingan itu, ia belajar arti disiplin taktik, kekuatan mental, dan tempo tinggi sepak bola level elite.
Otak Cerdas, Kaki Lincah
Di luar lapangan, Cataleya juga mencetak prestasi akademik. Bulan ini, ia mulai menempuh pendidikan di Dr. Moller College pada jalur VWO (Voorbereidend Wetenschappelijk Onderwijs) — jenjang enam tahun yang mempersiapkan siswa menuju universitas.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



