potretmaluku.id – Sejumlah mahasiswa asal Pulau Ambalau Kabupaten Buru Selatan (Bursel) mengelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD dan Kantor Gubernur Maluku, Senin (11/8/2025).
Mereka mendesak supaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku untuk segera merealisasikan infrastruktur jalan lingkar Ambalau yang sampai saat ini terbengkalai.
Ahmad Mewar, salah satu orator dalam aksi tersebut mengungkapkan, puluh tahun sudah proyek tersebut dikerjakan, namun progres pembangunannya tidak ada, bahkan jalan di tempat.
Kata dia, dari 24 kilometer rencana pembangunan, baru kurang lebih 10 kilometer yang diaspal, sementara 14 kilometer telah tertutup rumput dan material tanah.
“DPRD harus mendesak pemerintah untuk memprioritaskan jalan Lingkar Ambalau yang hingga kini tak kunjung direalisasikan,”tegas Mewar.
Menurutnya, masyarakat Ambalau benar-benar terisolasi. Mereka tak pernah mendapatkan keadilan, bahkan masih dianaktirikan oleh Pemprov Maluku.
Kata dia, jangan hanya bicara keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tapi tidak ditegakkan.l secara menyeluruh.
“Kami tidak pernah melihat model keadilan itu seperti apa? Mestinya pemerintah juga memperhatikan kami, layaknya masyarakat lain,”tuturnya.
Dia mengaku, kedatangan mereka dalam sebuah gerakan aksi itu untuk menagih janji Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa perihal pembangunan jalan Lingkar Ambalau.
Pemprov Maluku harus memperhatikan jalan lingkar Ambalau karena banyak lahan dan kebun masyarakat telah dihibahkan untuk pembangunannya.
“Masyarakat sudah menghibahkan tanah. Tapi tidak diperhatikan oleh pemerintah. Padahal itu akses utama bagi masyarakat, termasuk untuk proses distribusi hasil alam,”ungkapnya.
Sementara itu, dalam pertemuan bersama mahasiswa, Wakil Ketua Komisi, Richard Rahakbauw berjanji akan memperjuangkan aspirasi tersebut ke Pemprov Maluku.
“Kami juga akan memanggil, Bupati dan DPRD Bursel serta dinas terkait untuk membicarakan masalah tersebut,”tandasnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



