Wagub Maluku Minta Dokter Muda Jadi Pengabdi dan Pembawa Harapan bagi Masyarakat
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath menghadiri acara Yudisium Dokter dan Pengambilan Sumpah Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Angkatan XXXVIII di ruang teater Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (13/5/26).
Dalam sambutannya, Abdullah Vanath mengingatkan para dokter muda bahwa profesi dokter bukan hanya pekerjaan profesional, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat dan kemanusiaan.
“Jadilah dokter yang bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap masyarakat. Profesi dokter adalah profesi mulia karena bukan hanya bekerja untuk mencari nafkah, tetapi juga menyelamatkan dan memberi harapan bagi orang lain,” ujar Vanath.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura yang dinilai terus berkembang dan menjadi salah satu kebanggaan pendidikan tinggi di Maluku.
Selain itu, Vanath menyampaikan penghormatan kepada para orang tua mahasiswa yang telah berjuang membiayai pendidikan anak-anak mereka hingga berhasil menyandang gelar dokter.
“Di balik keberhasilan seorang dokter, ada perjuangan besar orang tua. Ada yang membiayai dari hasil jual pala, jual cengkih, dari gaji PNS, polisi, tentara, bahkan ada yang harus berutang demi melihat anaknya berhasil menjadi dokter,” katanya.
Menurut dia, momentum pengambilan sumpah dokter bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat.
Ia mengingatkan para dokter muda agar terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak berhenti belajar karena dunia kedokteran terus berkembang seiring tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
Vanath juga menyoroti masih terbatasnya tenaga dokter di sejumlah wilayah di Maluku, terutama di daerah terpencil dan puskesmas yang masih kekurangan tenaga kesehatan.
Karena itu, ia berharap para dokter muda memiliki semangat pengabdian untuk melayani masyarakat di wilayah yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Masyarakat di desa-desa terpencil juga membutuhkan pelayanan kesehatan yang baik. Kehadiran seorang dokter di tempat seperti itu sering kali bukan hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga memberi rasa aman dan harapan bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Vanath turut menekankan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di Maluku. Menurut dia, dunia pendidikan menjadi contoh kehidupan keberagaman di Maluku karena mahasiswa dari berbagai latar belakang agama dan suku dapat belajar bersama secara harmonis.
“Kalau kita ingin Maluku maju, maka Maluku harus tetap aman, damai, dan rukun. Pendidikan harus menjadi ruang yang memperkuat persaudaraan dan kemajuan bersama,” katanya.
Sebanyak 29 peserta resmi dikukuhkan sebagai dokter berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Nomor 1506/UN13.1.9/SK/2026.
Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Maluku juga mengalungkan medali kepada 29 dokter muda sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan profesi dokter.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Ambon, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Rektor Universitas Pattimura, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, pimpinan sivitas akademika Universitas Pattimura, tenaga pengajar, orang tua mahasiswa, serta tamu undangan lainnya.
Penulis :
Editor :



