Pendapat

SPBU Nelayan dan Harapan yang Menyala di Tengah Laut Maluku

PENDAPAT

Ekonomi yang Membumi, Kebijakan yang Mengerti

Kisah Pak Iwan dan Laila mencerminkan wajah ekonomi Indonesia yang jarang muncul di berita utama. Mereka bukan investor besar atau pemilik startup digital, tapi merekalah denyut sejati ekonomi lokal. Di tangan mereka, ikan segar tiba di pasar, dan dapur-dapur keluarga tetap menyala.

Pemerintah pusat mungkin tak bisa mendengar semua, tapi ketika pejabat seperti Menteri Bahlil turun langsung ke lapangan dan mendengar sendiri, maka sekat antara rakyat dan pengambil keputusan mulai luntur. Harapan menjadi nyata.

Kini, para nelayan di Nusaniwe dan Leitimur menanti. Bukan dalam diam, tapi dengan semangat baru. Mereka tahu, perjuangan belum selesai, tapi setidaknya kini mereka tidak sendiri.

“Kalau SPBU itu jadi, saya bisa ajak anak saya bantu di perahu. Nggak usah jauh-jauh lagi,” kata Pak Iwan sambil tersenyum kecil. Di matanya, ada cahaya kecil yang menyala cahaya dari harapan yang akhirnya mendapat tempat untuk tumbuh.

Ketika Ekonomi Menyentuh Manusia

Pembangunan tak pernah hanya soal angka dan grafik. Ia soal hidup yang lebih baik, tentang keluarga yang bisa makan layak, dan anak-anak yang bisa sekolah tanpa kekhawatiran.

SPBU nelayan mungkin terdengar sederhana di tengah gegap gempita ekonomi nasional, tapi bagi ribuan orang di pesisir Ambon, itu adalah jawaban atas doa panjang mereka.

Dan mungkin, dari sana pula kita bisa belajar, bahwa ekonomi terbaik adalah yang berpihak, yang tahu bahwa sebotol bensin bisa berarti segalanya bagi seseorang di tengah laut.(Embong Salampessy)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3

Berita Serupa

Back to top button