AmboinaMaluku

Proses Seleksi Kota Kreatif UNESCO 2025, Peluang Bagi Kota-kota di Indonesia Masuk Nominasi

Berikutnya, kata dia, kota-kota ini harus memiliki komitmen dan tujuan yang bersifat global berbasis kepada kemampuan mengidentifikasi peluang dan tantangan pengembangan kota ke depan.

“Ini koherensi dengan tujuan dan prioritas yang mengacu kepada jejaring kota kreatif UNESCO dan SDGs 2030,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Ronny, harus memiliki visi jangka menengah dan panjang yang mengacu kepada SDGs 2030.

“Juga memiliki visi dan branding yang jelas dan saling terkait, untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan berbagai kriteria-kriteria lainnya yang harus nampak dalam penyiapan dokumen,” tambahnya.

Ronny Loppies dan Ambon Music Office (AMO) di tahun 2023 sebelumnya telah juga sukses mendukung  dan mendorong Suphanburi Thailand masuk ke jejaring kota kreatif UNESCO. 

Potensi besar yang dimiliki adalah kemampuan membangun kerjasama internasional antar kota kreatif musik maupun kota kreatif non-musik lainnya telah membawa Ambon City of Music menjadi. 

“Di tahun 2024 ini kerjasama di lingkup ASEAN juga sudah dibangun dengan Suphanburi Thailand dan Ipoh Malaysia,” tuturnya. 

Sukses menjadi pembicara di Suphaburi Thailand dengan konsep inovasi Sound of Green (SoG), membawa Ambon City of Music akan berkolaborasi dengan Ipoh Malaysia dengan menghadirkan musisi Hip-Hop disana. 

Berbagai konsep kerjasama juga sementara dibangun dengan Kementerian Luar Negeri yang berupaya membantu dan mendorong city of music membangun jejaring dengan kota-kota di Mexico dan Korea Selatan. 

Sampai dengan saat ini, Ambon Music Office sementara bekerja keras mempersiapkan berbagai dokumen pertanggungjawaban ke UNESCO. Batas akhir pengiriman dokumen pertanggungjawaban adalah sampai dengan 30 Juni 2024 sebagai upaya melanjutkan branding Ambon City of Music.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button