Peningkatan Kapasitas Guru di Maluku: Pelatihan Pendidikan Orang Basudara dan Pemulihan Psikologis Pascakonflik

Menurut dia, guru tidak hanya berperan sebagai pemberi materi, tetapi juga sebagai fasilitator dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan damai.
“Pendidikan orang basudara adalah kunci untuk menciptakan generasi yang lebih baik,” tandas Baihajar.
Setelah tiga hari pelatihan, kegiatan ini ditutup dengan sesi refleksi dan evaluasi. Para peserta menyatakan bahwa pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi mereka secara profesional, tetapi juga memberikan dampak positif pada kehidupan pribadi mereka.
Mereka merasa lebih siap dan termotivasi untuk mengimplementasikan modul pendidikan damai ini di sekolah masing-masing.
Kegiatan ini juga menghasilkan beberapa rencana tindak lanjut yang akan dipantau oleh penyelenggara dan dinas terkait.
Para guru diharapkan dapat terus berkolaborasi dalam mengembangkan dan memperkaya modul pendidikan orang basudara agar lebih relevan dengan konteks lokal dan kebutuhan siswa.
Kegiatan peningkatan kapasitas guru yang diselenggarakan oleh LAPPAN dan RoCMHI di Kecamatan Salahutu merupakan langkah penting dalam memperkuat pendidikan berbasis nilai-nilai damai di Maluku Tengah.
Dengan pendekatan holistik yang melibatkan pemulihan psikologis, pengembangan modul, serta refleksi mendalam, kegiatan ini berhasil memberikan guru-guru di Salahutu bekal yang diperlukan untuk menghadapi tantangan pendidikan pascakonflik.
Ke depan, diharapkan bahwa modul pendidikan orang basudara ini tidak hanya diterapkan di Kecamatan Salahutu, tetapi juga di seluruh wilayah Maluku dan Indonesia.
Pendidikan yang berbasis pada harmoni sosial adalah kunci dalam membangun generasi yang lebih toleran, inklusif, dan damai.(*/TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



