Maluku

Pelatihan Kader SAPA di Maluku Tengah: Langkah Proaktif Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Untuk memperdalam pemahaman ini, sesi HAM diperkaya dengan pemaparan dari Nurherawati, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia, yang hadir secara daring.

Nurherawati berbagi tentang peran LPSK dalam melindungi saksi dan korban, serta tantangan yang sering dihadapi dalam penanganan kasus-kasus berbasis HAM dan gender.

Pada sesi berikutnya, peserta diberikan materi tentang kekerasan dalam berbagai bentuknya, mulai dari kekerasan fisik hingga kekerasan psikologis. Dalam sesi kelompok, peserta mendiskusikan pengalaman pribadi atau cerita yang mereka ketahui tentang kekerasan, serta dampaknya terhadap korban.

Diskusi ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang realitas kekerasan, tetapi juga membangkitkan rasa empati di antara para peserta, yang semakin memperkuat komitmen mereka untuk bertindak sebagai kader SAPA yang responsif.

Bai dalam salah satu sesi menekankan, “Kita harus mencegah terjadinya kekerasan dengan tidak menjadi pelaku pasif. Masyarakat perlu memahami bahwa kekerasan, terutama dalam rumah tangga, bukanlah urusan pribadi, tetapi sudah menjadi ranah publik yang diatur oleh undang-undang. Harapannya, kader SAPA di setiap negeri dapat menjadi garda depan dalam menangani kasus kekerasan ini.”

Picture2

Pelatihan ini berakhir dengan suasana yang penuh semangat. Peserta menyampaikan kesan positif terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang dianggap sangat bermanfaat, memberikan wawasan baru, serta meningkatkan motivasi mereka untuk berperan aktif di masyarakat.

Banyak peserta yang merasa senang dan terinspirasi, terutama setelah mengetahui bahwa mereka sekarang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk membantu mencegah dan menangani kasus kekerasan di sekitar mereka.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun jaringan kuat di antara para kader SAPA dan instansi terkait, yang diharapkan dapat bekerja sama dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kecamatan Salahutu.

Pelatihan ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membentuk negeri-negeri yang ramah perempuan dan anak, di mana setiap individu merasa aman dan dilindungi.

Dengan pelatihan ini, Kecamatan Salahutu diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam hal penanganan kekerasan berbasis gender dan perlindungan hak asasi manusia.

Picture3

Peran kader SAPA akan menjadi sangat penting dalam mewujudkan visi ini, di mana masyarakat lebih sadar dan responsif terhadap isu-isu kekerasan yang selama ini mungkin masih dianggap sebagai masalah pribadi atau tabu untuk dibicarakan.

Pelatihan Kader SAPA yang diadakan di Kecamatan Salahutu adalah contoh nyata upaya kolaboratif dari berbagai pihak untuk membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap perlindungan perempuan dan anak.

Dengan bekal yang telah diberikan melalui pelatihan ini, kader SAPA diharapkan mampu berperan aktif dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di negeri-negeri mereka, serta memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Maluku Tengah.(ASH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button