Sosok

Martin Anak Sopir Bus Jabat PM Irlandia

PENDAPAT

Berbekal kepiawaiannya dalam mengolah kata-kata yang memikat perhatian para konstituen tersebut, kemudian menarik simpati para pemilih untuk memilih Martin sebagai anggota parlemen dan walikota. Hingga dipercayakan partai politiknya, yang menguasai pemerintahan duduk sebagai menteri. Tidak cukup sampai dengan jabatan menteri beberapa periode saja, namun sampai dengan ia dipercayakan menjadi kepala pemerintahan di negaranya tersebut.

Sejak masih kuliah di UCC, Martin sudah aktif di Partai Politik Fianna Fáil. Upaya Martin beralih profesi sebagai sorang politikus tidak sia-sia, dimana anak seorang sopir bus ini pun menuai sukses, Martin terpilih sebagai anggota Dewan Kota Cork pada tahun 1985 dan terpilih kembali pada tahun 1991. Dia pertama kali berkontestasi untuk merebut kursi di Dáil (Majelis Rendah Parlemen Irlandia) pada tahun 1987, tetapi gagal dalam pemilihan untuk mewakili Cork South-Central.

Namun dua tahun kemudian, sebagai peraih suara terbanyak keempat, ia merebut satu dari lima kursi di daerah pemilihannya tersebut. Dia kemudian memenangkan pemilihan kembali pada tahun 1992 dengan jumlah tertinggi kedua di distrik tersebut. Setelah itu menduduki posisi teratas dalam empat Pemilu berturut-turut pada 1997, 2002, 2007, dan 2011. Selanjutnya dalam dua Pemilu berikutnya 2016 dan 2020 untuk mampu mempertahankan kursinya tersebut

Sementara itu, pada tahun 1998 Martin menjadi anggota eksekutif nasional Partai Politik Fianna Fáil. Kemudian dia adalah figur termuda yang menjabat sebagai Walikota Cork periode 1992-1993. Hingga pada tahun 1995, pemimpin oposisi Bertie Ahern menunjuknya menjadi juru bicara partai tersebut di bidang pendidikan dan Gaeltacht (wilayah berbahasa Irlandia). Berlahan tapi pasti karier politik Martin semakin menanjak, dimana tidak hanya sampai dengan menjadi juru bicara partai politiknya saja.

Hal ini bisa kita lihat tatkala berkuasanya Ahern sebagai Perdana Menteri Irlandia hasil Pemilu 1997, ia pun mempercayakan Martin yang saat itu masih berusia 36 tahun sebagai Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, yang diembannya hingga tahun 2000. Selanjutnya ia dipercayakan mengemban jabatan sebagai Menteri Kesehatan periode 2000-2004. Penugasan berikutnya adalah sebagai menteri Perusahaan, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan periode 2004-2008.

Kemudian ia dipercayakan menduduki jabatan strategis yakni Menteri Luar Negeri periode 2008-2011. Jabatan ini tidaklah gratis ia raih, melainkan diel politiknya dengan Barry Cowen, dimana ia mendukung Cowen sebagai pimpinan partai politik Fiana Fail, yang sukses menjadi Perdana Menteri Irlandia periode 2008-2011. Dalam mengemban jabatan ini, ia menunjukan kinerja terbaik, dimana berhasil merundingkan pembebasan Sharon Commins, seorang pekerja Irlandia di Sudan, yang diculik dan disekap selama lebih dari tiga bulan. (Wikipedia, Britanica, 2024).

Tatakla Cowen mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Irlandia pada 9 Maret 2011, banyak pihak yang memprediksi Martin bakal menggantikannya sebagai Perdana Menteri di negara penghasil minyak dan gas itu. Tapi rupanya keberuntungan belum berpihak kepadanya, karena setelah Cowen hengkang dari jabatan Perdana Menteri, justru kursi Perdana Menteri dijabat oleh Enda Kenny dari Partai Politik Fine Gael sejak 2011-2017. Jabatan ini dilanjutkan lagi oleh Leo Varadkar dari partai politik yang sama sejak 2017-2020.

Penantian yang panjang barulah di tahun 2020 anak sopir bus ini sukses meraih jabatan sebagai Perdana Menteri Irlandia. Ia tidak hanya didukung oleh partai politiknya Fiana Fail saja, namun juga didukung oleh Politik Fine Gael, yang merupakan dua partai dominan kanan-tengah Irlandia di Dáil Éireann (Parlemen), dengan anggota parlemen dari sistem multi partai tersebut. Martin sukses meraih 63 suara dari 93 suara anggota Dáil Éireann, sehingga ia pun sukses menjadi Perdana Menteri Irlandia. (Mistar.id, 2020).

Martin adalah sosok anomali dalam pentas politik Irlandia, ia bukan figur berlatarbelakang keluarga politik, yang menguasai pentas politik di negara penghasil perak itu secara turun temurun. Ia telah menunjukan kepada kita tentang keberaniannya memenuhi mimpinya, melalui kemauan, kerja keras yang diiringi dengan doa menjadi pintu sukses baginya menjadi Perdana Menteri Irlandia. Personalitynya tersebut, serupa dengan ungkapan Walter Elias Disney (1901-1966) sutradara berkewarganegaraan Amerika bahwa, “semua mimpi kita akan menjadi kenyataan jika kita punya keberanian untuk mengejarnya.”(*)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

IMG 20210826 175601
Penulis, M. Jen Latuconsina.(Dok. Pribadi)

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button