PendapatSosok

Mahfud MD Jalan Sukses Tamatan PGA

Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP, MA Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pattimura

Setelah lulus dari PHIN, Mahfud melanjutkan kuliah di dua perguruan tinggi, yakni di Universitas Gajah Mada (UGM) jurusan Sastra Arab, dan Universitas Islam Indonesia (UII) jurusan Hukum Tata Negara (HTN). Ia pun lulus pada tahun 1983. Setelah mendapatkan gelar sarjana, ia kemudian mengajar di almamaternya UII dan meneruskan kuliah program Pasca Sarjana S-2 bidang Ilmu Politik di UGM.

Ia lalu melanjutkan pendidikan Doktor S-3, di bidang HTN pada program Pasca Sarjana UGM, dan lulus tahun 1993. Berselang delapan tahun kemudian yakni di tahun 2000 ia dinobatkan menjadi Guru Besar bidang Politik Hukum di UII pada usia 43 tahun. Dari kota gudeg ini namanya mulai bersinar dengan menapaki jabatan politik-pemerintahan di ibu kota Jakarta, antara lain : Wakil Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) (2002-2005),  anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hasil Pemilu 2004.

Selanjutnya Menteri pada masa pemerintahan presiden yang berbeda-beda yakni Menteri Pertahanan (2000-2001) dan Menteri Kehakiman (2001) di era Presiden K.H. Abdurahman Wahid. Berikutnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (2019-2024) pada era Presiden Joko Widodo. Sebelum mengemban jabatan menteri di era Presiden Joko Widodo ia sempat menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2013).

Dalam bidang pendidikan di PT, Mahfud juga sempat menjadi Dosen di Universitas Gadja Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Negeri Semarang (UNS), dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Puncaknya dalam bidang pendidikan selain pernah meraih jabatan fungsional tertinggi di PT yakni professor, ia juga pernah mengemban jabatan sebagai Rektor Universitas Islam Kediri/Uniska (2003-2006).

Masih terdapat banyak pencapaian dalam karier akademik, politik dan pemerintahan yang belum sempat dinarasaikan. Karier Mahfud yang bersinar itu menunjukkan ia yang pernah mengeyam pendidikan Islam setingkat MTS, tidak kalah hebatnya dengan lulusan pada sekolah  seleval MTS yang berstatus negeri dan swasta. Dari MTS-lah ia kemudian hijrah ke Yogyakarta, dimana di kota pelajar itu ia melanjutkan sekolah pada jenjang berikutnya.  Sesuatu yang membuahkan hasil dikemudian hari, dengan sukses menoreh  berbagai prestasi dalam dunia pendidikan, politik, hukum, dan pemerintahan.

Belum berhenti sampai disini, di tahun 2019 lalu ia gagal dipinang calon presiden (capres) Joko Widodo sebagai calon wakil presiden (cawapres). Pada 18 Oktober 2023 lalu ia didapuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai cawapres mendampingi capres Ganjar Pranowo untuk berkontestasi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Jika ia unggul, tentu menandainya pencapain bintangnya dengan menjadi wakil presiden. Namun jalan kearah pemenanganya tidaklah gampang, lantaran menghadapi dua kontestan yang miliki keunggulan yang sama dengannya. (Detik, MK, Media Indonesia, Wikipedia 2023).(*)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

IMG 20210826 175601
Penulis, M. Jen Latuconsina.(Dok. Pribadi)

 


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button