Lindungi Semua, Penuhi Hak Korban, Akhiri Kekerasan: Pesan Mendalam dari Ketum PGI
Menurutnya, afirmasi terhadap perempuan harus diwujudkan dalam bentuk tindakan yang terukur, mulai dari tingkat jemaat hingga sinode.
Institusionalisasi Keadilan Sosial
Pendeta Jacky juga menyoroti kurangnya institusionalisasi isu keadilan gender dalam struktur gereja. Ia mencontohkan, banyak pelayan gereja yang militan dalam memperjuangkan hak perempuan, tetapi produk institusional gereja sering kali tidak mendukung atau mengabaikan isu ini.
“Gereja harus mulai mengadministrasi keadilan sosial dan gender dalam produk-produknya, mulai dari pengakuan iman, ajaran gereja, hingga program tahunan,” jelasnya.
Ia mendesak agar gereja mengukur keberhasilan program-program tersebut, seperti berapa banyak kasus yang telah diselesaikan atau didampingi dalam satu tahun.
Refleksi untuk Masa Depan
Sebagai penutup, Pendeta Jacky meminta jemaat untuk tidak hanya berhenti pada retorika besar tetapi berani bertindak nyata.
“Perayaan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan harus menjadi momentum bagi gereja untuk memulai perubahan dari dalam, baik di level jemaat, sinode, maupun institusi gereja secara keseluruhan,” katanya.
Pesan ini bukan hanya panggilan untuk gereja, tetapi juga untuk setiap individu, khususnya kaum perempuan, untuk terus mendesak perubahan.
“Dengan keberanian kenabian, gereja diharapkan menjadi pelopor dalam melindungi perempuan, memenuhi hak korban, dan mengakhiri kekerasan terhadap mereka,” pungkasnya.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi




