Maluku Tenggara

Landmark Langgur Disiapkan Jadi Simbol Kota dan Koridor Ekonomi Baru

potretmaluku.id – Udara pagi masih terasa segar ketika ratusan warga Maluku Tenggara mengikuti jalan santai dan senam bersama di kawasan Taman Landmark Langgur, Jumat, 3 Oktober 2025. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-14 Kota Langgur.

Namun di balik kemeriahan itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mengungkap rencana jangka panjang yang lebih besar untuk kawasan ini: menjadikan Landmark Langgur sebagai ruang publik strategis sekaligus simbol baru kota pesisir yang dinamis.

Plt. Sekretaris Daerah Maluku Tenggara, Bernardus Rettob, menyampaikan bahwa Taman Landmark tidak hanya difungsikan sebagai titik kumpul masyarakat, tetapi juga akan dikembangkan sebagai pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya.

“Kita punya rencana membangun waterfront city dari Pantai Watdek sampai ke Ohoijang Langgur. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Rettob usai membuka kegiatan.

Gagasan besar itu dibarengi dengan niat menghadirkan koridor ekonomi baru di wilayah pesisir, yang menyatukan infrastruktur publik, aktivitas pariwisata, serta pemberdayaan pelaku ekonomi lokal.

Menurutnya, Landmark Langgur bisa berperan sebagai ruang terbuka yang memberi banyak manfaat—dari aktivitas olahraga dan hiburan hingga ruang ekspresi kreatif masyarakat. 

Karena itu, Pemkab Malra juga membuka akses seluas-luasnya bagi komunitas pemuda, kelompok perempuan, dan pelaku seni untuk memanfaatkan area tersebut secara positif.

“Kami ingin Landmark menjadi tempat masyarakat berkreasi. Pemerintah membuka peluang bagi komunitas dan pelaku seni untuk memanfaatkan ruang publik ini secara produktif,” ujarnya.

Namun demikian, Rettob menyoroti masih adanya tantangan soal kesadaran publik dalam menjaga fasilitas umum. Ia menyayangkan beberapa tindakan vandalisme yang merusak taman kota dan mengimbau masyarakat untuk menjadikan ruang publik ini sebagai tanggung jawab bersama.

“Kami mengharapkan seluruh lapisan masyarakat ikut menjaga kondisi bangunan dan taman Landmark. Semua harus menjaga ruang terbuka hijau agar tetap indah, nyaman, dan bisa digunakan bersama,” ucapnya.

Di setiap momentum kegiatan publik, pemerintah juga berencana menjadikan kawasan Landmark sebagai sentra kuliner lokal. Para pelaku UMKM didorong untuk menjajakan makanan tradisional dan produk olahan unggulan daerah sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.

Dengan pengelolaan yang terarah dan partisipasi aktif masyarakat, Landmark Langgur diharapkan bukan hanya menjadi ikon kota, tetapi juga etalase wajah baru Maluku Tenggara yang kreatif, inklusif, dan berdaya saing di kawasan timur Indonesia.(TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button