Pemkab Maluku Tenggara dan UGM Prioritaskan Keselamatan Mahasiswa KKN di Wilayah Kepulauan
potretmaluku.id – Aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyat – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara.
Pemerintah daerah bersama pihak universitas memastikan seluruh mahasiswa yang menjalankan program pengabdian masyarakat memperoleh perlindungan dan pendampingan yang memadai selama berada di lokasi penugasan.
Komitmen tersebut disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM, Leni Sophia Heliani, setelah mengikuti kegiatan penerimaan resmi mahasiswa KKN-PPM UGM dan Universitas Pattimura (Unpatti) di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Leni, kondisi lapangan yang telah dipantau selama beberapa hari terakhir menunjukkan situasi yang kondusif untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di sejumlah wilayah Kepulauan Kei.
“Selama tiga hari kami berada di Maluku Tenggara, kami melihat kondisi di lapangan sangat baik. Insyaallah pelaksanaan KKN tahun ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan selamat,” kata Leni.
Tahun ini, UGM mengirimkan 52 mahasiswa yang dibagi ke dalam dua unit pelaksanaan KKN. Sebanyak 29 mahasiswa ditempatkan di wilayah Kei Kecil Timur Selatan dan 23 mahasiswa lainnya di Kei Kecil Barat.
Program tersebut juga melibatkan 10 mahasiswa Universitas Pattimura yang bergabung dalam pelaksanaan KKN di wilayah Kei Kecil Timur Selatan.
Leni menjelaskan seluruh peserta telah mengikuti pembekalan keselamatan sebelum diberangkatkan ke lokasi pengabdian. Materi pembekalan mencakup aspek Safety, Health and Environment (SHE), mulai dari mitigasi risiko, keselamatan aktivitas di wilayah perairan, penggunaan alat pelindung diri, hingga prosedur penanganan keadaan darurat.
“Kami memastikan seluruh mahasiswa memahami pentingnya keselamatan. Semua prosedur telah disiapkan agar mereka dapat melaksanakan pengabdian dengan aman selama berada di Maluku Tenggara,” ujarnya.
Menurut dia, sistem keselamatan yang diterapkan merupakan bagian dari evaluasi dan penyempurnaan berkelanjutan yang dilakukan UGM berdasarkan pengalaman pelaksanaan KKN pada tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, dukungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dinilai turut memperkuat rasa aman bagi mahasiswa dan dosen pembimbing selama menjalankan program pengabdian di lapangan.
Pemerintah daerah disebut memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Leni juga mengapresiasi peran pemerintah desa atau ohoi yang secara aktif mendampingi mahasiswa selama berada di lokasi penugasan.
Kehadiran pemerintah desa dan masyarakat setempat dinilai membantu mahasiswa beradaptasi sekaligus memahami kondisi sosial masyarakat.
“Kami sangat bersyukur karena pemerintah daerah, pemerintah ohoi, serta masyarakat memiliki kepedulian yang sama. Mereka tidak hanya menerima mahasiswa dengan baik, tetapi juga ikut menjaga dan membimbing mereka selama berada di desa,” katanya.
Selama mendampingi mahasiswa di Ohoi Elaar Let, Ohoi Elaar Lamagorang, dan Ohoi Elaar Ngursoin, ia menyaksikan secara langsung sambutan hangat masyarakat terhadap para peserta KKN.
Dukungan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Bagi Leni, KKN tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelaksanaan program kerja di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang membentuk karakter mahasiswa.
Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa memperoleh pengalaman yang tidak ditemukan di ruang kuliah.
“Mahasiswa belajar tentang gotong royong, kepedulian sosial, toleransi, kemandirian, dan kemampuan beradaptasi. Pengalaman hidup bersama masyarakat adalah pelajaran yang tidak ternilai,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga kepekaan sosial serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Menjelang dimulainya berbagai program KKN, Leni juga menyampaikan pesan kepada para orang tua mahasiswa agar tidak khawatir terhadap keberadaan putra-putri mereka di Maluku Tenggara.
Menurut dia, seluruh peserta berada dalam pengawasan dosen pembimbing serta mendapat dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
“Anak-anak Bapak dan Ibu datang ke Maluku Tenggara untuk belajar, mengabdi, dan tumbuh menjadi pemimpin masa depan. Insyaallah kami akan menjaga mereka sebaik-baiknya,” katanya.
UGM, kata Leni, terus memegang prinsip utama dalam pelaksanaan KKN-PPM, yakni memastikan mahasiswa berangkat dengan selamat, menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, dan kembali pulang dengan selamat serta membawa manfaat bagi masyarakat yang mereka dampingi.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



