Kunjungan Dubes Belanda, DPRD Maluku Soroti Potensi Kerja Sama
potretmaluku.id – DPRD Maluku berharap kunjungan Duta Besar Belanda ke Ambon tidak berhenti pada agenda diplomatik dan pertemuan seremonial. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang memberi manfaat bagi masyarakat Maluku.
Anggota DPRD Maluku Rofik Akbar Afifudin mengatakan sejumlah sektor dapat dikembangkan melalui hubungan yang lebih intensif antara Maluku dan Belanda. Di antaranya ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan.
“Harapan kami tentu ada tindak lanjut yang nyata, bukan hanya melihat antusiasme fans, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat Maluku,” kata Rofik di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Kamis, 18 Juni 2026.
Duta Besar Belanda mengunjungi Kota Ambon pada Jumat, 19 Juni 2026. Kedatangan tersebut mendapat perhatian Rofik karena hubungan masyarakat Maluku dengan Belanda tidak hanya berkaitan dengan sejarah, tetapi juga berkembang dalam ranah sosial dan budaya.
Rofik menyoroti antusiasme sebagian masyarakat Maluku terhadap Tim Nasional Belanda. Menurut dia, dukungan tersebut berkaitan dengan hubungan historis dan keberadaan diaspora Maluku di Belanda.
“Sebagai fans fanatik, tentu kita bangga karena ada keterwakilan Pemerintah Belanda yang berkesempatan melihat langsung militansi pendukung Timnas Belanda di Kota Ambon,” ujarnya.
Menurut Rofik, kedekatan masyarakat Maluku dengan Belanda telah terbentuk dalam perjalanan sejarah yang panjang. Hubungan tersebut, kata dia, salah satunya tercermin melalui keberadaan komunitas diaspora Maluku di Belanda.
Sebagian keturunan Maluku yang lahir dan tumbuh di Belanda kemudian berkarier di berbagai bidang, termasuk sepak bola. Sejumlah pemain berdarah Maluku bahkan pernah memperkuat Tim Nasional Belanda.
“Ini bukan hanya soal fans, tetapi juga ada sejarah panjang yang menghubungkan Maluku dan Belanda, termasuk di dunia sepak bola,” katanya.
Rofik menilai hubungan historis tersebut dapat menjadi modal sosial untuk membangun hubungan yang lebih luas. Namun, dia berharap kedekatan emosional tersebut diterjemahkan menjadi kemitraan yang konkret.
Menurut dia, kerja sama ekonomi dapat diarahkan untuk membuka peluang bagi masyarakat Maluku. Sementara di bidang pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan, hubungan antara kedua pihak dinilai memiliki ruang pengembangan yang lebih besar.
Rofik mengatakan kemitraan tersebut sebaiknya dibangun secara setara dan saling menguntungkan.
“Kedekatan historis dan emosional yang telah terjalin selama puluhan tahun dapat menjadi modal penting dalam membangun kemitraan yang lebih setara dan saling menguntungkan antara Maluku dan Belanda,” ujarnya.(TIA)
Penulis :
Editor :



