
Jika KNPI belum dilibatkan bisa jadi hal itu karena persoalan administrasi, keterlambatan komunikasi atau proses transisi yang belum sempurna.
KNPI sebagai organisasi yang sah justru perlu mengevaluasi internalnya sendiri. Sejauh mana organisasi ini aktif, tertib administrasi dan berkontribusi nyata pada pembangunan daerah setiap periodik.
* Kritik menggunakan Sarkasme tidak mencerminkan sikap pemuda Maluku
Menyebut “gubernur seperti aktor bollywood” termasuk dalam kritik ad hominem (menyerang pribadi bukan pada substansi argumen yang di ajukan) dan berpotensi melanggar etika publik karena disampikan secara terbuka tanpa bukti dan dasar yang jelas. Kritik Sadam justru mengarah pada provokasi dan narasi sensasional.
Sebagai bagian dari elemen civil society, fungsionaris KNPI berhak mengkritik pemerintah daerah. Namun kritik dengan pendekatan yang tidak proporsional secara waktu, bersikap tidak objektif dan rasional terutama pada pemerintahan yang baru berjalan kurang lebih 4 bulan justru menunjukkan kualitas pemuda tersebut.
Apalagi kritik yang disampaikan menunjukkan kurangnya pemahaman terutama tentang ketentuan keterlibatan dalam proses rancangan pembangunan daerah dan hak kepala daerah atas fasilitas negara sesuai amanah peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Jika para pemuda Maluku keseringan melakukan kritik dengan pendekatan serupa, maka tanpa disadari pemuda tersebut justru kehilangan kesempatan untuk berkontribusi nyata dalam proses pembangunan dan kemajuan daerah.
Sebagai pengingat, demokrasi akan sehat jika kritik dijadikan alat untuk mengedukasi publik, bukan sebagai panggung sensasional. Sudah saatnya pemuda Maluku naik kelas, dari kelas pengkritik emosional menjadi kelas pengawal kebijakan yang rasional.(**)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



