Maluku

Krisis Iklim di Pulau Haruku: Pohon Emas Kini Berbuah Cemas

Cengkih tak lagi rutin berbuah sejak 2019. Petani bingung–menerka cuaca yang terus berubah-ubah akibat krisis iklim.

“Kalau sekarang cuaca tak pasti lagi, jadi sudah jarang melihat cengkeh berbuah,” katanya.

“Terasa sekali sejak 2019, saya hampir tak melihat lagi cengkeh berbuah,” tambahnya.

Ridwan memiliki 200 pohon cengkih varieties tuni pada lokasi berbeda di Hutan Dusun Ory dan Negeri Pelauw. Di bawah tahun 2019, biasanya sekali panen 10-15 ton. Kini 100 kilo cengkeh mentah maupun yang kering sulit didapatkan.

Daun Kering Meluas di Seantero Pulau

Tegakan pohon cengkeh berumur 6-10 tahun mengapit jalan setapak di lereng bukit Totin. Di tempat ini kebun cengkeh milik warga Negeri Sameth.

Awal April 2024, potretmaluku.id mendatangi lokasi tersebut. Mayoritas daun cengkeh tampak mengering. Begitu juga juga dahannya.

Baca Juga: Maju Pilwalkot Ambon Ikhsan Tualeka Siap Jadikan Ambon Kota Kokreto[/box]

Salah satu warga Sameth, Fredy Payer, memiliki pohon cengkeh di perkebunan itu. Lelaki 42 tahun ini bilang musim kemarau yang panjang, menyebabkan daun cengkih ikut kering hingga mati dengan sendirinya.

“Berbuah biasanya setahun sekali. Tetapi enam tahun terakhir ini sudah jarang berbuah. Musim kemarau panjang disertai angin kencang makanya buah cengkeh selalu gugur sebelum berbentuk buah,” ujarnya.

Tak hanya Fredy, warga lainnya juga mengeluhkan kondisi serupa. Raja Negeri Sameth, Stevi Yandi Rieuwpassa mengaku warga sering mengeluhkan cuaca berubah tak menentu, yang mempengaruhi produktivitas cengkih.

krisis iklim
Cengkih Raja di Negeri Haruku.(Foto: M.J Barends/potretmaluku.id)

“Perubahan iklim berpengaruh sangat siginifikan terhadap produktivitas cengkih,” ujarnya.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon, Herman Rehatta menjelaskan, saat cengkeh berbunga memerlukan bulan kering dua-empat bulan. Selain itu, masa penyinaran per hari delapan jam.

Baca Juga: Sasi, Hukum Adat Kuno di Maluku Lindungi Satwa Laut yang Terancam Akibat Perubahan Iklim

“Dengan kondisi krisis iklim, kalau tingkat bulan kering lebih dari empat bulan justru berbahaya bagi pohon cengkih,” jelasnya.

“Begitu juga kalau hujan terlalu banyak, akan mempengaruhi zat pengatur tumbuh akibat kelebihan air. Akhinya cengkih kembali ke masa vegetativ lagi.”

Dengan begitu, cengkih tak rutin lagi berbuah setiap tahun. Itu tadi, bisa sampai tiga-empat tahun baru cengkih berbuah banyak. Misalnya 2015, saat sebagian wilayah di landa El-Nino, produktivitas cengkih sangat menurun.

Pada saat itu juga banyak hama penyakit. Penggerek batang dan cacar daun intensif menyerang cengkih.

Cengkeh milik Freddy Waas, misalnya, secara bergantian diserang hama dan penyakit. Suatu kali datang penggerek batang, lalu perusak pucuk, dan perusak daun.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4Next page

Berita Serupa

Back to top button