Kodam Pattimura Musnahkan 693 Senjata Api
potretmaluku.id – Merayakan HUT ke-76 TNI, Kodam XVI Pattimura memusnahkan sebanyak 693 senjata api (Senpi) laras panjang dan laras pendek di Markas Kodam (Makodam) XVI/Pattimura, Ambon, Selasa (5/10/2021)
Senpi yang dimusnahkan merupakan hasil penyerahan dari masyarakat kepada Kodam XVI/Pattimura. Kegiatannya dilangsungkan saat acara syukuran peringatan HUT ke-76 TNI 2021, di Lobi Makodam XVI/Pattimura, yang secara seretak digelar di tanah air, dipimpin langsung Presiden Joko Widodo dari halaman Istana Merdeka Jakarta secara virtual.
Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya mengingatkan jajaran TNI di lingkup Kodam XVI/Pattimura, untuk tidak cepat puas diri terhadap kinerja dan pencapaiannya perihal tugas-tugas pengamanan. Mengingat tantangan tugas kedepan semakin kompleks. Ini penting, karena penguatan sumber daya manusia TNI menjadi kunci peningkatan kinerja lembaga.
“Dalam tugas-tugas pengamanan kedepan, jajaran TNI untuk tidak cepat puas, terhadap kinerja dan pencapaiannya, karena tantangan tugas kedepan semakin kompleks,” kata Murad mengingatkan.
Lebih lanjut di mengatakan, atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi Maluku, dirinya menyampaikan selamat HUT ke-76 TNI 2021, kepada segenap prajurit TNI, yang selama ini telah menunjukan dedikasi dan kepedulian terhadap keamanan bagi masyarakat di daerah ini.
“Semoga momentum ini akan semakin memantapkan dan meningkatkan, serta memperkokoh semangat pengabdian kita, dalam mengatasi pandemi COVID-19 di wilayah Maluku,” harap Murad.
Mantan Kepal Korps Brimob Polri ini, menyampaikan 3 harapan yaknj, pertama, menjadi prajurit TNI yang mencintai dan dicintai rakyat, adalah sebuah pesan moral yang harus terpatri dalam diri setiap prajurit TNI.
Untuk itu, kata Murad, dengan menjadi prajurit yang mencintai dan dicintai rakyat, maka TNI harus memiliki daya juang yang tak kenal lelah, tak kenal putus asa dan tak pernah menyerah. Namun berdedikasi tinggi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat sekalipun harus mengorbankan jiwa raganya.
“Dalam beberapa dekade terakhir, TNI telah membuat sejarah panjang dalam menjaga kedaulatan bangsa. Jadi, selayaknya TNI menjadi instrumen pertahanan negara yang mencintai sekaligus dicintai seluruh rakyat. Apalagi, TNI lahir dari rahim rakyat dan besar karena rakyat,” ujar Murad.
Kedua, lanjut dia, syukuran yang diselenggarakan ini, selain sebagai ungkapan rasa syukur, juga dalam rangka menjalin silaturahmi antara jajaran TNI, Pemda dan masyarakat dalam memupuk kebersamaan yang telah terjalin.
Untuk itu, Murad mengajak TNI untuk terus merangkul seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama membangun bangsa, menghalau paham dan kekuatan yang tidak sesuai dengan tujuan negara dan nilai Pancasila.
“TNI bersama rakyat harus bahu-membahu memangkas permasalahan yang dapat mengancam stabilitas dan keutuhan negara,” tuturnya.
Ketiga, Gubernur Murad mengajak pemerintah daerah dan TNI untuk senantiasa berbuat yang terbaik melalui kinerja bagi kemaslahatan dan kebaikan masyarakat, bangsa dan negara terutama Maluku.
Dia mengingatkan, jangan sampai ada hal yang membuat sekat antara TNI dengan rakyat. Ajakan Gubernur tersebut, tentunya sejalan dengan program kerja TNI yakni Tentara Manunggal Membangu Desa (TMMD), Program ini merupakan salah satu wujud nyata TNI manunggal membangun desa bersama rakyat.
“Rakyat dalam keadaan apapun harus merasa nyaman dan aman berdampingan dengan TNI. Tanpa Rakyat TNI lemah, pun sebaliknya tanpa TNI Rakyat akan lemah. Olehnya itu, pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit,” tutupnya.
Sementara itu, Presiden Jokowi yang mengatakan atas nama rakyat, bangsa dan negara mengungkapkan penghargaan yang tinggi kepada jajaran TNI, yang selalu menjadi penjaga utama kedaulatan bangsa dan menjaga keutuhan negara.
“Penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran TNI menjaga NKRI berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945 serta melindungi bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan,” ujar Presiden Jokowi.
Untuk itu, ia mengintruksikan untuk tetap melakukan adopsi dan inovasi teknologi mutakhir, untuk bergerak aktif dalam industri pertahanan global, memegang teguh semangat kemandirian dan penguatan industri pertahanan dalam negeri untuk mewujudkan kekuatan pertahanan Indonesia yang lebih mumpuni.
“Bersatu, berjuang, kita pasti menang,” tandas Jokowi.(WEH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



