Ekonomi & BisnisMaluku

Kisah Kamboti dan 500 Petani Membawa Cita Rasa Warisan Maluku ke Pasar Internasional

Total nilai ekspor EUR 84.084,5 atau setara 1.45 Milyar (Kurs BI saat itu 27/05/2024; IDR 17.277,35). Semua produk sudah melewati proses pengujian mutu, pengepakan dalam vacum bag dan pelebelan transparan.

Pengepakan kemasan dalam karung gonny yang khusus foodgrade dengan pelabelan yaitu Banda/Ambon sebagai daerah asal Pala yaitu dari Maluku. Termasuk pelabelan transparan. Bahkan, mereka telah bekerja sama dengan mitra distribusi Belanda untuk masuk ke rantai pasar retail dan bahan baku industri.

Yang membuat kami salut, Kamboti bukan hanya mengirim barang, mereka membawa cerita, standar, dan kebanggaan Maluku dalam setiap kontainer.

Tidak heran, ketika dulu masih dengan nama PT. Kamboti Rempah Maluku, sebagai salah satu perusahaan eksportir asal Maluku, Kamboti meraih penghargaan Anugerah Perkebunan Indonesia tahun 2022 karena dinilai sukses sebagai eksportir rempah-rempah ke sejumlah negara di kawasan Eropa.kamboti

Efek Domino – Dari Pala Banda ke Semangat Baru Maluku

Kami bertanya kepada Marsenda, “Apa sebenarnya yang paling membuatmu bahagia dari semua ini?”

Ia menjawab, “Ketika petani bilang ke saya, ‘Bu, sekarang saya ngerti kenapa pala saya mahal. Karena saya rawat dan olah dengan cara yang benar.’ Itu kemenangan terbesar.”

Kini, lebih dari 500 petani telah tergabung dalam sistem kemitraan Kamboti. Mereka diberi pelatihan berkelanjutan, mendapat fasilitas pascapanen, dan bahkan difasilitasi pembukaan rekening agar transaksi berlangsung transparan dan digital.

Selain pala, Kamboti juga mulai mengembangkan ekspor fuli, cengkeh, dan minyak kayu putih. Target mereka adalah membuka jalur ekspor reguler ke Eropa dan Timur Tengah, dan menjadikan Maluku kembali sebagai pusat rempah dunia, sebagaimana dulu Banda Neira dijuluki “Pulau Emas” karena palanya.

kamboti

Dari Tanah Rempah, Untuk Dunia

Kamboti telah membuktikan bahwa ekspor rempah dari Maluku bukan mimpi. Ia nyata, tumbuh dari bawah, dan dilakukan dengan penuh cinta pada tanah dan orang-orangnya. Bahkan lantaran dinilai sukses sebagai eksportir rempah-rempah ke sejumlah negara di kawasan Eropa, Kamboti berhasil meraih penghargaan Anugerah Perkebunan Indonesia tahun 2022.

Kamboti memilih jalan yang lebih rumit: membangun rantai ekspor berbasis kualitas dan integritas.

Kami bangga mendengar langsung cerita proses ini dari teman-teman di Kamboti. Dan kami percaya, jika satu perusahaan kecil di Maluku bisa menembus Eropa, maka puluhan lainnya bisa menyusul. Asal ada niat, ilmu, dan kerja kolaboratif.

Rempah-rempah Maluku tak lagi sekadar sejarah. Ia kini adalah masa depan.(Tiara/Embong)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3

Berita Serupa

Back to top button