Seram Bagian Barat

Jalan Tuagama: Kunci Kemajuan Ekonomi dan Pendidikan Jemaat GPM Neniari Taniwel Seram Barat

Jika diberikan kesempatan untuk menyampaikan permintaan kepada pemerintah, Pendeta Farsel dengan tegas meminta pengaspalan dan pembangunan jembatan kecil di ruas Jalan Tuagama yang panjangnya sekitar 7 kilometer.

Beliau yakin bahwa dengan infrastruktur yang memadai, warga pegunungan seperti mereka dapat mencapai kesejahteraan dan tidak menambah data warga miskin di Maluku.

Beliau bersyukur atas penggusuran jalan oleh pemerintah Kabupaten SBB pada tahun 2022 dan berharap ruas jalan tersebut segera diaspal serta jembatan-jembatan kecil dibangun.

Ruas jalan ini diberi nama Jalan Tuagama oleh Ketua Sinode GPM, karena penggusurannya terjadi setelah Temu Raya Tuagama Klasis Taniwel yang berlangsung di Neniari.

Tuagama adalah sebutan bagi para pelayan di Rumah Tuhan atau Gedung Gereja, yang sebenarnya merupakan perangkat pelayan gereja dalam jemaat.

Di Neniari, karena harus berjalan kaki berkilo-kilometer ke Riring Rumahsoal, Pendeta Yudi Noya, saat menjabat sebagai Ketua Majelis Jemaat di sana, mengangkat 18 orang sebagai Tuagama.

Jalan Tuagama
Foto: Dok. Media Center Sinode GPM

Pendeta Farsel awalnya mempertanyakan mengapa jemaat kecil membutuhkan hingga 18 Tuagama, namun kemudian memahami bahwa tantangan medan pelayanan memerlukan tenaga tambahan untuk mendistribusikan kebutuhan pelayanan gereja, termasuk pembangunan sarana fisik seperti gedung gereja, kantor jemaat, dan pastori. Selain itu, mereka juga berperan dalam pembangunan negeri bersama masyarakat lainnya.

Pendeta Farsel menegaskan bahwa pengaspalan Jalan Tuagama akan memungkinkan kendaraan mengangkut semua potensi ekonomi dari Neniari ke pasar, yang merupakan solusi menuju kesejahteraan.

Selain itu, infrastruktur yang memadai akan membantu anak-anak yang melanjutkan pendidikan SMP dan SMA, karena sarana tersebut hanya tersedia di Rumahsoal dan Taniwel.

Tanpa perbaikan infrastruktur, angka putus sekolah dapat meningkat. Demikian harapan masyarakat yang disampaikan Pendeta Farsel dalam kesempatan ini.(*)

*Diedit dan ditulis ulang dari bahan publikasi pada Website Resmi Sinode GPM (sinodegpm.id) dengan judul: Pendeta Lepertery: CUMA PERLU JALAN YANG BAIK, Rabu, 26 Maret 2025.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button