Buru

Dinas Ketahanan Pangan Buru Terus Berupaya Stabilkan Produksi Pangan

potretmaluku.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru melalui Dinas Ketahanan Pangan, akan terus meningkatkan program pembangunan jangka panjang guna menstabilkan produksi pangan di daerah itu.

Upaya ini dilakukan, dalam menghadapi lonjakan harga pasar di daerah, terutama menjaga keseimbangan produksi pangan, sesuai dengan kebutuhan pangan secara berkelanjutan guna menstabilkan penyediaan stok di daerah.

“Jadi kegiatan di tahun 2022 pada Dinas Ketahanan Pangan ini ada dua program unggulan, yang harus dilaksanakan,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buru Hasan Rehalat, saat ditemui potretmaluku.id, di Namlea, Sabtu (19/02).

Yang pertama, kata Hasan, yaitu program peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat.

“Terkait hali ini, ada beberapa kegiatan di dalamnya, yaitu penyiapan penanganan daerah rawan pangan, kemudian penyiapan sarana atau infastruktur penanganan daerah rawan pangan,” terang Hasan.

Selanjutnya, kata dia, ada program penanganan peningkatan produksi dan produktifitas, dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Buru.

Dalam program ini, tambah Hasan, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan, yaitu optimalisasi pemanfaatan pekarangan, dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting melalui peningkatan gizi keluarga.

“Untuk dua program ini, kami laksanakan pada beberapa kecamatan. Diantaranya pada Kecamatan Batabual, Teluk, Kayeli, Liliali, Lolongguba, Waelata, dan kecamatan Airbuaya,” jelasnya.

Sehingga nantinya, kata Hasan, ada beberapa desa yang dimasuki pihaknya, dalam rangka pelaksanaan kegiatan peningkatan gizi keluarga.

“Sasaran kami adalah para pasangan usia subur. Kemudian ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita. Ini kami masuk dalam rangka peningkatan gizi, termasuk juga angka kecukupan gizi untuk pencegahan stunting pada bayi yang akan lahir nanti,” ujarnya.

Sehingga bayi yang lahir itu, tambah Hasan, pemenuhan gizi pada bayinya akan terpenuhi dengan baik. Dengan begitu, diharapkan nantinya masalah stunting yang sangat dikhawatirkan itu, tidak ada lagi di Kabupaten Buru.(ARA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button