Dikunjungi Wakil Dubes Australia, Amboina Ukulele Kids Sambut dengan Harmoni Musik dan Budaya
Sebagai bentuk penghormatan kepada tamu dari negeri Kanguru, anak-anak dari Amboina Ukulele Kids mempersembahkan lagu berjudul City of Music Ambon Manise. Lagu ini dibawakan dengan penuh semangat menggunakan ukulele khas Maluku.
Tak hanya itu, kelompok musik dari Sanggar Booyratan juga menyuguhkan penampilan musik totobuang, salah satu warisan musik tradisional Maluku yang kaya akan makna dan irama dinamis.
Para tamu terlihat sangat menikmati momen ini, termasuk Gita Kammath yang beberapa kali tampak tersenyum kagum.
Ketua Sanggar Booyratan juga menyampaikan informasi menarik kepada delegasi Kedutaan Australia mengenai keberadaan tifa tujuh marga di desa tersebut.
Tifa merupakan alat musik tradisional yang memainkan peran penting dalam berbagai upacara adat dan kegiatan budaya Maluku. Keberadaan tifa ini mencerminkan ikatan yang kuat antara musik, sejarah, dan struktur sosial masyarakat lokal.
Menjelang akhir acara, Lincoln Tulalessy—siswa SMP Kristen Kalam Kudus Ambon dan juga salah satu pemain ukulele muda—mewakili komunitas untuk menyerahkan cinderamata kepada Wakil Duta Besar Australia. Hadiah tersebut berupa ukulele tempurung kelapa, alat musik khas Maluku yang unik dan memiliki nilai seni tinggi.
Sebagai balasan, Gita Kammath memberikan plakat resmi dari Kedutaan Besar Australia. Ia juga membagikan topi bertuliskan “Australia” dan sejumlah buku kecil sebagai oleh-oleh untuk anak-anak yang hadir. Suasana haru dan bahagia pun menyelimuti momen ini.
Kegiatan hari itu ditutup dengan tarian bersama Polonese, yang melibatkan seluruh anggota rombongan Kedutaan Besar Australia dan para peserta lokal.
Suasana menjadi sangat meriah, penuh gelak tawa, dan kehangatan antarbudaya yang tak terlupakan.
Kunjungan ini membuktikan bahwa diplomasi tak melulu dilakukan dalam forum resmi. Musik, tarian, dan interaksi anak-anak menjadi jembatan yang efektif dalam membangun hubungan bilateral yang lebih erat.
Komunitas Amboina Ukulele Kids bersama Sanggar Booyratan sukses memperlihatkan wajah Ambon yang ramah, kreatif, dan penuh potensi di mata dunia.
Melalui kegiatan ini pula, anak-anak belajar bahwa mereka adalah bagian penting dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya.
Sementara bagi tamu seperti Gita Kammath, momen ini menjadi pengalaman yang tak hanya menyentuh hati, tetapi juga memperkuat komitmen Australia dalam mendukung pembangunan sosial dan budaya di kawasan timur Indonesia.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



