Pendapat

Di Balik Narasi RMS, Ada Gerakan Islam Pendukung Republik


Dukungan terhadap Republik semakin terlihat dalam berbagai kontestasi politik berikutnya. Di sejumlah desa berpenduduk mayoritas Muslim, Partai Indonesia Merdeka memperoleh dukungan luas.

Fakta ini memperlihatkan bahwa pilihan kepada Republik Indonesia bukanlah arus pinggiran, melainkan bagian penting dari dinamika politik masyarakat Maluku.

Kisah PERMI, PRIMA, dan Hamid bin Hamid memperlihatkan bahwa peta politik Maluku pada masa revolusi jauh lebih beragam dibandingkan gambaran yang selama ini dominan.

Garis pembelahan politik tidak berjalan mengikuti batas agama. Di kalangan Muslim maupun Kristen terdapat kelompok yang memilih republik, federalisme, maupun berbagai orientasi politik lainnya.

Pilihan politik ketika itu lebih ditentukan oleh cara memandang kolonialisme, kemerdekaan, dan masa depan Indonesia daripada identitas keagamaan semata.

Karena itu, organisasi-organisasi Islam layak memperoleh tempat yang lebih proporsional dalam historiografi Maluku. Melalui pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan keterlibatan dalam proses politik nasional, mereka ikut menentukan arah perjalanan Indonesia pada masa-masa awal kemerdekaan.

Membaca kembali sejarah PERMI dan PRIMA berarti membuka ruang bagi pemahaman yang lebih utuh tentang Maluku. Sejarah daerah ini tidak hanya dibentuk oleh satu arus politik atau satu kelompok masyarakat, melainkan oleh beragam kekuatan yang saling berinteraksi.

Di antara mereka terdapat tokoh-tokoh Muslim yang memilih jalan republik dan memberikan sumbangan nyata bagi lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*)

Sam Pormes
Penulis, Sam Pormes.(Foto: Dok. Pribadi)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis :
Editor :

Previous page 1 2 3

Berita Serupa

Back to top button