AmboinaMusik

Dapat Predikat Excellent, Ambon City of Music Dipuji Menteri Ekonomi Kreatif

potretmaluku.idKota Ambon dinyatakan layak mempertahankan statusnya sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network dengan predikat excellent hingga 2027. 

Melalui surat, yang diterima redaksi potretmaluku.id Jumat, 5 September 2025, Kementerian Ekonomi Kreatif memberi tanggapan atas surat laporan evaluasi berkala Ambon UNESCO City of Music periode 2020–2024.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut pencapaian ini sebagai bukti nyata kerja keras Ambon Music Office bersama pemangku kepentingan di kota tersebut. 

“Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kota Ambon, tetapi juga inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia,” kata Riefky dalam surat balasan bertanggal 3 September 2025.

Ambon pertama kali ditetapkan sebagai City of Music oleh UNESCO pada 2019. Status itu membuat Ambon bergabung dalam jejaring kota kreatif dunia, yang mendorong tiap anggotanya untuk mengembangkan potensi seni, budaya, dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Sejak itu, berbagai program diluncurkan, mulai dari festival musik tahunan, riset dan pendidikan musik, kolaborasi lintas kota, hingga kampanye pelestarian lingkungan melalui musik. Peran anak muda juga kian menonjol, dengan banyak musisi dan komunitas kreatif yang terlibat dalam program lintas sektor.

Kementerian Ekonomi Kreatif menilai langkah tersebut sebagai praktik baik yang layak ditiru daerah lain. Pemerintah pusat berjanji terus mendukung upaya Pemerintah Kota Ambon dan Ambon Music Office untuk memperkuat posisi Ambon di jejaring kota kreatif dunia.

Dengan predikat excellent yang dipertahankan hingga 2027, Ambon kembali meneguhkan diri sebagai pusat musik Indonesia Timur sekaligus simpul penting diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

Pencapaian Tertinggi

Penilaian dari UNESCO menyatakan Ambon memperoleh nilai di rentang 4,6 hingga 5,0, kategori excellent, yang merupakan pencapaian tertinggi dalam jejaring tersebut. 

Kepada potretmaluku.id Direktur Ambon Music Office, Ronny Loppies, menjelaskan bahwa laporan evaluasi mencakup partisipasi kota dalam UCCN dan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam Deklarasi MONDIACULT 2022.

Music memang telah menjadi denyut nadi Ambon, dari tifa dan syair tradisi hingga pop Maluku. Berbagai aspek dinilai, seperti kekuatan kelembagaan AMO, kolaborasi internasional, dan keterlibatan sektor pendidikan dan publik. 

“Hubungan yang mapan dengan sektor pendidikan dan publik menghasilkan hasil bermakna secara lokal,” kata Ronny Loppies.

Kementerian Ekonomi Kreatif juga menjanjikan dukungan lanjutan bagi Pemerintah Kota Ambon dan AMO dalam memperkuat posisi Ambon sebagai simpul penting diplomasi budaya melalui musik. 

Dengan predikat excellent ini, Ambon semakin menegaskan diri sebagai pusat musik Indonesia Timur sekaligus representasi budaya yang hidup dan berkelanjutan.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button