Berbulan-bulan Pelabuhan Waisala di SBB Gelap Gulita, Solusi Diharapkan Segera
Tidak hanya itu, warga yang berjualan di area pelabuhan juga merasakan dampak negatif dari kegelapan ini.
Mereka mengharapkan adanya tindakan cepat dari pemerintah, untuk mengatasi masalah penerangan, sehingga kegiatan ekonomi di pelabuhan tidak terganggu.
“Sebagai penjual asongan, kami berharap pemerintah kabupaten dan provinsi segera menangani masalah ini. Penerangan lampu di area pelabuhan sangat penting bagi kami, penumpang, dan juga awak kapal,” pinta salah satu pedagang.
Kondisi gelap tanpa penerangan di area pelabuhan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga dapat mengurangi efektivitas pelabuhan yang dibangun dengan menggunakan dana negara tersebut.
Pelabuhan ini seharusnya menjadi fasilitas yang mendukung kesejahteraan masyarakat pengguna jasa laut, namun kenyataannya, perhatian terhadap pemeliharaan fasilitas ini masih kurang.
Menurut informasi yang diperoleh, masalah lain terkait pengelolaan Kapal Ferry Tanjung Sole bukanlah hal baru.

Kapal ini sering mengalami kendala operasional, termasuk penghentian sementara akibat masalah pembayaran upah awak kapal.
“Bukan cerita baru soal gaji ABK Tanjung Sole yang tidak dibayar. Dulu, saat subsidi 100 persen saja tidak dibayar dengan baik, apalagi tahun ini subsidi sudah berkurang,” ungkap sumber.
Jika perhatian terhadap pemeliharaan dan pengelolaan pelabuhan serta kapal tidak ditingkatkan, dikhawatirkan pelayanan antar kabupaten yang merupakan bagian dari pelayaran tol laut akan terhenti.
“Gerak cepat, gerak cakap diperluka segera, karena Pelabuhan Waesala merupakan penghubung serta pintu masuk bagi pengguna jasa yang hendak bepergian,” pinta warga.
Kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk bertindak cepat dan profesional dalam mengelola pelabuhan dan kapal. Hal ini demi menjaga kelancaran operasional dan memastikan pelayanan terhadap masyarakat berjalan dengan baik.(RED)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



