MalukuMaluku TengahSeni Budaya

Banyak Rasa di Cita-Rasa-Banda

Dia juga menambahkan kekagumannya pada aspek teknis. “Proyektor yang ditampilkan di gerbang dan di dalam benteng sangat presisi. Suasana mencekam diperkuat musik yang diaransemen baik. Begitu juga dengan suguhan makanan khas Banda yang sepertinya berbahan dasar pala”.

Banyak wisatawan asing juga tampak di antara penonton. Christian dan Claudia adalah sepasang suami istri dari Jerman yang sedang berlibur di Banda dan ikut menikmati pertunjukan. Mereka sepakat ini pertunjukan yang hebat.

Cita-Rasa-Banda
Christian dan Claudia.(Foto: Dok. Penulis)

“Kami belum pernah menyaksikan sesuatu seperti ini. Yang kami pahami ini berhubungan dengan pala dan kepulauan rempah. Tetapi tarian dan kostumnya sangat fantastis,” ujar Claudia.

Christian juga menambahkan betapa para aktor bermain luar biasa. “Saya pikir semua orang bekerja keras. Kami sangat menikmati ini. Tata lampunya sangat menakjubkan. Kami bisa tahu yang bertanggung jawab adalah para profesional. Dan melibatkan masyarakat lokal (Banda) dalam penampilan, kerja yang bagus”.

Salah satu aktor, Fikram Baadila yang asli anak Banda mengaku ini pengalaman pertamanya berproses dalam teater tubuh. Tetapi kerja keras seluruh tim tampak berbuah manis. Sang sutradara penampilan Sugiyanti Ariani sampai menangis haru. Rasa takut dan terkesiap di awal penampilan ditutup rasa senang dan kebanggaan. Banyak rasa bercampur di Belgica. Fikram lalu menambahkan sebuah pesan di akhir wawancara, “kami persembahkan penampilan tadi untuk anak-anak Banda”.(*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button