Seram Bagian BaratWisata

Ayo Dukung, Situs Kapitan Joncker de Manipa Masuk 10 Besar API 2023

potretmaluku.id – Anugerah Pesona Indonesia (API) ke-8 bakal menggelar pemungutan suara (voting) untuk memilih para juara dari 10 nominasi pada 18 kategori yang ada, termasuk kategori Situs Sejarah dimana ada nama Situs Kapitan Joncker de Manipa.

Situs Kapitan Joncker de Manipa, yang berada di Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku ini, masuk dalam Nominasi API Award 2023 bersama sembilan situs lainnya pada kategori yang sama, yakni Situs Sejarah.

Periode pemungutan suara atau voting ini akan mulai berlangsung pada tanggal 1 Juni sampai 30 September 2023.

Terkait tahapan voting ini, pihak Pemerintah Kabupaten SBB melalui Dinas Pariwisata setempat, telah menerima surat pemberitahuan dan Piagam Penghargaan dari Panitia API tahun 2023 awal Mei kemarin.

“Untuk tahun ini ada 10 kategori yang kita kirim sesuai kategori yang diminta oleh Panitia API 2023, Alhamdulillah kita mendapat satu kategori sepuluh besar, yakni Situs Kapitan Joncker de Manipa,” ujar Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Seram Bagian Barat, Yusnita Tiakoly kepada wartawan, Sabtu (20/5/2023).

Ia menuturkan, pihaknya optimis Situs Kapitan Joncker de Manipa berhasil menang dan menerima hadiah sebagai pemenang pada Bulan November nanti di Kota Ambon, Provinsi Maluku.

“Kita optimis dan kita akan perjuangkan agar Situs Kapitan Joncker de Manipa menang dan menerima hadiah sebagai pemenang pada November nanti di Ambon. Mari berikan dukungan berupa Vote yang akan dimulai Juni mendatang,” ujarnya.

Kapitan Joncker sendiri lahir di Manipa, Seram Bagian Barat, pada 1630. Terlahir bernama Ahmad Sangaji. Ia merintis karir sebagai serdadu VOC sehingga mendapat pangkat kapitan. Pangkat tinggi ini juga lantaran ia terlibat dalam perang dengan Ceylon pada 1657.

Pada 1682 ia berdiam di Batavia. Ia mendapat sebidang tanah di Marunda, kawasan yang ketika itu administratif non Batavia. Kawasan di mana areal tanahnya berlokasi kemudian hari, hingga sekarang, disebut Pejongkoran, merujuk namanya Jongker.

Kapitan Jongker yang  oleh sebagian orang adalah legenda heroik yang tak terkalahkan dan dipercaya tak terbunuh melainkan  hilang menjadi jelmaan burung.

Hingga kini wajah sang kapitan penguasa daerah Pejongkeran itu bahkan mejadi  misteri dan tidak terekspos.  Sang Kapitan yang dipercaya pada masanya adalah sebagai penguasa pejongkeran yang  nyaris terlupakan.

Pada penggalan akhir kehidupan, beliau adalah pahlawan yang menggerakkan perlawanan rakyat Jakarta Utara, rakyat Tanjung Priok rakyat Marunda terhadap Belanda.

Bagi para pembaca yang ingin mendukung dapat memasang link twibbon di media sosial kawan-kawan sebagai bentuk dukungan terhadap Situs Kapitan Joncker de Manipa dalam ajang API 2023.(NAB)

Berikut link twibbonnya: https://twb.nz/kapitan-joncker

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button