Kutikata

Jaga Mulu

KUTIKATA

Oleh: Elifas Tomix Maspaitella (Pemerhati Sosial)


Jaga mulu” (=jagalah mulutmu/jagalah pembicraanmu), supaya “jang mulu sama kakaher bocor” (=jangan mulut ibarat nyiru besar yang bocor). Istilah “kakeher bocor” artinya tidak lagi menyaring suatu informasi, ibarat “tada langsung jatuh” (=ditampung tetapi langsung jatuh).

Jaga mulu” karena “balong tantu yang ale dengar tuh batul” (=belum tentu yang didengar itu benar). “Musti ondersuk babae supaya, jang pas dapa tanya batul ka seng la manyangkal deng bilang “beta dengar bagitu” (=harus diperiksa ulang agar jangan sekedar menyangkal dengan berkata “saya dengar begitu”). “Jadi jang samua tuh tau deng talingang, musti lia babae” (=jangan segala sesuatu itu atas info yang didengar, haruslah berdasar pada apa yang dilihat).

“Jaga mulu”, ini sikap yang penting karena “yang biking hal tuh bukang apa yang katong dengar mar yang katong saleng” (=yang membuat timbul masalah itu bukan apa yang didengar tetapi apa yang diceritakan ulang). “Saleng carita nih yang biking akang babunga” (=menceritakan ulang itulah yang membuat bias).

Jaga mulu” tujuannya agar “jang mulu lebe capat dari otak” (=jangan berbicara tanpa berpikir). Jika “su salah bicara, pas dapa sadar, la bale malu sandiri” (=ketika salah bicara dan sadar, diri sendiri yang malu). Dan yang mesti dijaga ialah “jang orang kas bale kata” (=jangan orang menyerang balik), “itu anggap sa mulu tampar badang” (=mulut berbalik manampar badan/kata-kata kita kembali kepada kita).

Karena itu dalam nasehat-nasehat orangtua, dianjurkan “jaga mulu” supaya “jang jadi juru adil par orang” (=jangan menjadi hakim kepada orang lain). “Jang suka carita sabarang-sabarang, tagal kalu kata su kaluar, su tar bisa bale lai” (=jangan memfitnah karena ucapan yang sudah dilontarkan tidak bisa dikembalikan lagi). “Akang su biking orang hati badugal” (=sudah membuat hati orang terluka). “Kalu dong bale kata tuh mangkali seng apapa, mar jang dong talang akang la bawa dalang sumbayang” (=jika mereka membalas kata-kata kita mungkin selesai, tetapi hati-hati jika mereka menyimpannya dan mendoakannya). “Jadi jaga mulu“.

Labe bae tanya babae, jang poti par pi saleng koliling, apalai rol akang di straat” (=lebih baik bertanya ulang, jangan buru-buru menceritakannya apalagi di jalan-jalan). “Ingatang, orang pung harga diri jua ada” (=ingatlah, setiap orang punya harga dirinya). “Jang kira dong tuh tuer kayo yang tar pung hati” (=jangan dikira mereka adalah tunggul pohon yang membusuk dan tidak ada hatinya).

“Jaga mulu”

Har’ Lima, 3 September 2021
Salamat sambayang Djumat par basudara Salam


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button