Waspada Narkoba di Dunia Pendidikan, Malra Siapkan Deteksi Dini dan Pendampingan
potretmaluku.id – Sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan belajar, bukan tempat yang justru menghadirkan ancaman baru dalam bentuk kekerasan dan penyalahgunaan narkoba.
Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Umar Hanubun, dalam keterangannya di Langgur, Sabtu, 28 Juni 2025.
Menurut dia, sejak dua dekade terakhir pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah konkret untuk menjadikan sekolah sebagai benteng utama perlindungan anak.
“Sejak tahun 2000, kami membangun kolaborasi lintas sektor untuk mencegah dan menangani kekerasan di lingkungan pendidikan,” kata Umar, sebagaimana dikutip infopubllik.id, Senin, 30 Juni 2025.
Upaya tersebut antara lain diwujudkan melalui pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di seluruh satuan pendidikan dasar dan menengah.
Satgas ini, menurut Umar, telah tercatat dalam sistem Dapodik sebagai bentuk legalitas dan komitmen kelembagaan.
Satgas TPPK juga aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan, termasuk pemantauan berkala untuk mencegah terjadinya kekerasan fisik, verbal, maupun intoleransi di sekolah.
Dinas Pendidikan pun mendorong sekolah-sekolah agar secara mandiri memberikan edukasi moral dan pembinaan karakter kepada guru serta siswa.
Dalam beberapa kasus kekerasan di sekolah, seperti yang terjadi di SMP Budi Mulia dan SMP Negeri Umbu, pemerintah daerah langsung turun tangan dengan menggandeng kepolisian dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk menangani korban dan pelaku. Layanan pendampingan psikologis juga diterjunkan ke wilayah yang dianggap rawan.
Meski belum ditemukan kasus narkoba secara masif di kalangan pelajar Maluku Tenggara, Umar mengungkapkan kekhawatiran atas temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tual terkait dugaan keterlibatan seorang siswa sekolah dasar dalam penyalahgunaan zat terlarang.
“Ini alarm serius bagi kita semua. Pengawasan harus diperketat dan deteksi dini perlu diperkuat,” ujar Umar.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai moral melalui kurikulum yang ada, seperti Pendidikan Agama, Biologi, dan PJOK. Selain itu, ia mengusulkan pembentukan tim gabungan lintas sektor untuk melakukan aksi nyata di sekolah-sekolah.
“Ini bukan semata tugas dinas pendidikan, tapi tanggung jawab bersama. Kita harus bersinergi melindungi anak-anak kita dari penyimpangan sejak dini,” katanya.
Umar berharap langkah-langkah proaktif ini mampu menciptakan iklim pendidikan yang sehat dan aman bagi tumbuh kembang siswa, bebas dari kekerasan dan pengaruh narkoba.(*/TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



