Bupati Malra: Haji Mabrur Harus Terlihat dari Sikap Sehari-hari
potretmaluku.id – Sebanyak 78 jemaah haji asal Maluku Tenggara (Malra) kembali ke Tanah Air dengan selamat setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Kepulangan mereka disambut penuh haru oleh Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, di Asrama Embarkasi Haji Antara (EHA) Maluku, Sabtu, 28 Juni 2025.
Dalam penyambutan yang berlangsung khidmat itu, Bupati Hanubun menyampaikan rasa syukur atas kembalinya para jemaah dalam keadaan sehat.
Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang memerlukan kesiapan mental, fisik, dan terutama keikhlasan.
“Kita bersyukur kepada Allah SWT karena bapak dan ibu telah kembali dengan selamat setelah menunaikan rukun Islam kelima. Ini bukan sekadar perjalanan, tetapi sebuah pengabdian dan bentuk ketakwaan yang luar biasa,” ujar Hanubun.
Bupati menambahkan bahwa tidak semua orang diberikan kesempatan untuk berhaji meskipun memiliki kemampuan finansial.
“Setiap jemaah adalah pribadi yang terpilih. Banyak yang mampu secara ekonomi, tapi tidak semua mendapat panggilan Allah,” katanya.
Imbauan Jaga Kemabruran Haji
Dalam sambutannya, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kemabruran haji. Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh selama menunaikan ibadah haji dapat tercermin dalam perilaku sehari-hari dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
“Insya Allah, haji yang mabrur itu jaminan surga. Tapi kemabruran itu harus tampak dalam sikap dan perbuatan nyata,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas haji, panitia, serta pihak keluarga yang turut berperan dalam menyukseskan pelaksanaan haji tahun ini.
“Sejak keberangkatan hingga pemulangan, semua bekerja maksimal. Ini bentuk kolaborasi yang harus kita jaga,” ungkap Hanubun.
Perjalanan yang Penuh Makna
Diketahui, ke-78 jemaah Malra tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 24 dan diberangkatkan dari embarkasi Makassar.
Bupati bahkan turut mengantar langsung jemaah saat berangkat dan kembali hadir menjemput mereka sebagai wujud perhatian dan cinta kepada masyarakat.
“Saya ikut mengantar ke Makassar dan hari ini kembali hadir menjemput. Ini bukan formalitas, tapi bentuk tanggung jawab dan kepedulian,” tuturnya.
Penyambutan jemaah berlangsung dalam suasana haru. Sejumlah keluarga tampak menitikkan air mata saat melihat orang terkasih tiba dengan selamat. Doa-doa syukur terus mengalir dari para jemaah, sebagai penanda selesainya perjalanan spiritual yang tidak semua orang bisa alami.(*/TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



