Maluku Tenggara

Ribuan Warga Langgur Ikuti Kirab Merah Putih

potretmaluku.id – Ribuan warga menyusuri jalan utama Kota Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, dalam Kirab Merah Putih untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat, 14 Agustus 2026.

Peserta kirab berasal dari berbagai kelompok, mulai dari pelajar, guru, aparatur sipil negara (ASN), karyawan BUMN dan BUMD, pemangku kepentingan, hingga masyarakat umum.

Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun mengatakan kirab bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurut dia, peringatan kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kirab ini bukan sekadar arak-arakan. Kirab ini adalah penghormatan kepada para pendiri bangsa, kepada para pahlawan, kepada mereka yang merebut kemerdekaan dan mempertahankan Sang Merah Putih,” kata Thaher dalam kegiatan tersebut.

Ia mengingatkan peserta bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan. Banyak pejuang, kata dia, gugur atau meninggal dalam pengasingan tanpa sempat menikmati hasil perjuangan.

Karena itu, Thaher meminta masyarakat tidak berhenti pada perayaan setiap Agustus.

“Di balik warna merah dan putih itu ada darah, ada air mata, ada doa yang panjang dan ada pengharapan yang harus kita tunaikan.”

Thaher mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan melalui pekerjaan sehari-hari. Petani, nelayan, guru, tenaga kesehatan, ASN, pelajar, dan kelompok masyarakat lainnya dinilai memiliki peran masing-masing dalam mengisi kemerdekaan.

Menurut dia, kemajuan Maluku Tenggara membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pembangunan juga harus menjangkau masyarakat hingga ohoi-ohoi di wilayah terpencil.

“Kemeriahan ini harus bermuara pada semangat mengisi kemerdekaan. Mengisi kemerdekaan berarti bekerja, berarti bersatu dan memastikan kemajuan serta kesejahteraan sampai kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan semangat Merah Putih dengan kondisi pembangunan daerah. Warna merah, menurut Thaher, mencerminkan keberanian dan keteguhan menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran.

“Keterbatasan tidak boleh melahirkan keluhan. Keterbatasan harus melahirkan kreativitas,” ujarnya.

Menurut dia, efisiensi anggaran tidak berarti menghentikan pelayanan publik. Pemerintah justru harus menggunakan anggaran secara lebih cermat dan tepat sasaran.

Adapun warna putih dimaknai sebagai ketulusan dalam menjalankan pekerjaan dan membangun daerah.

“Keberanian tanpa ketulusan akan menjadi kesewenangan. Ketulusan tanpa keberanian akan menjadi kelemahan. Keduanya harus berjalan bersama,” kata Thaher.

Thaher mengatakan pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. 

Kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, tokoh agama, pemuda, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan.

Ia juga mengajak masyarakat mempertahankan semangat gotong royong sebagai kekuatan sosial Maluku Tenggara.

Pada kesempatan itu, Thaher menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan Dana Transfer ke Daerah bagi Kabupaten Maluku Tenggara. Ia berharap dana tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kirab Merah Putih di Langgur diikuti warga dari berbagai latar belakang. Bendera dan umbul-umbul Merah Putih menghiasi sepanjang rute kegiatan.

Thaher menilai keterlibatan masyarakat tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Indonesia.

“Tidak ada perbedaan. Yang ada hanya kita, warga Maluku Tenggara yang mencintai Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap semangat yang muncul dalam kirab tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Menurut dia, semangat tersebut harus diteruskan melalui kerja, persatuan, dan pembangunan yang menjangkau seluruh wilayah Maluku Tenggara.

“Dari Kota Langgur sampai ke seluruh ohoi yang kita cintai, kita terus bergerak, bekerja dan membangun,” kata Thaher.(TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button