Pemkab Maluku Tenggara Ajukan Enam Kebutuhan Strategis Ekonomi Desa
potretmaluku.id – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mengusulkan enam kebutuhan strategis kepada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk memperkuat ekonomi desa di wilayah kepulauan tersebut.
Usulan itu disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun dalam audiensi dengan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Selasa, 29 September 2026.
Enam kebutuhan tersebut meliputi penguatan konektivitas angkutan perdesaan dan antarpulau, pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sarana dan prasarana desa wisata, penguatan rantai dingin perikanan, hilirisasi komoditas desa, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Thaher mengatakan pengembangan ekonomi desa harus dilakukan secara terpadu dengan menghubungkan potensi produksi masyarakat, infrastruktur pendukung, kelembagaan ekonomi, dan kualitas sumber daya manusia.
“Pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi bagaimana desa memiliki kelembagaan ekonomi yang kuat dan sumber daya manusia yang mampu menjadi penggerak pembangunan,” kata Thaher.
Menurut dia, penguatan ekonomi desa akan disinergikan dengan sejumlah program daerah, antara lain Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lima lokasi, kawasan wisata prioritas Ngiar Varat, serta pengembangan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga mendorong hilirisasi komoditas unggulan, terutama kelapa dan rumput laut. Langkah itu ditujukan agar aktivitas ekonomi di desa tidak berhenti pada penjualan bahan mentah.
“Potensi yang ada harus kita dorong menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Jangan hanya menghasilkan bahan mentah, tetapi harus ada nilai tambah melalui pengolahan di desa,” ujar Thaher.
Untuk sektor transportasi, pemerintah daerah meminta dukungan terhadap konektivitas angkutan perdesaan dan antarpulau. Thaher mengatakan kebutuhan tersebut penting karena kondisi geografis Maluku Tenggara sebagai daerah kepulauan.
Dia menyebutkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Transportasi Perdesaan sebelumnya telah mendukung pengadaan 18 unit pada periode 2020-2024. Namun, program tersebut tidak berlanjut sejak 2025.
Kebutuhan kedua adalah pembangunan gerai KDMP untuk 165 desa yang disebut belum memiliki gerai. Pemerintah daerah berharap keberadaan gerai dapat memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Pada sektor pariwisata, Pemkab Maluku Tenggara mengusulkan pembangunan sarana dan prasarana desa wisata, terutama fasilitas air bersih, toilet, homestay, dan jaringan komunikasi.
Kebutuhan berikutnya adalah penguatan rantai dingin melalui pembangunan cold storage dan sarana pendukung KNMP di desa-desa pesisir. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas hasil perikanan serta memperkuat posisi nelayan dalam distribusi dan pemasaran.
Pemerintah daerah juga mengusulkan dukungan terhadap pengembangan hilirisasi kelapa dan rumput laut. Pengolahan diharapkan dilakukan lebih dekat dengan sentra produksi sehingga nilai tambah komoditas dapat dinikmati masyarakat desa.
Kebutuhan keenam adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia desa melalui pelatihan bagi pemuda, perlindungan masyarakat (Linmas), kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pembudidaya rumput laut, pengurus KDMP, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Program pembangunan harus diikuti dengan peningkatan kapasitas masyarakat. Karena masyarakat desa yang nantinya menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat pembangunan,” kata Thaher.
Selain penguatan ekonomi, pemerintah daerah mendorong penguatan kelembagaan masyarakat desa, termasuk kelompok pemuda dan organisasi kepemudaan.
Thaher juga menyampaikan kebutuhan penguatan Linmas Desa. Jumlahnya diperkirakan 570 hingga 950 kader, atau sekitar tiga sampai lima kader di setiap desa. Menurut dia, honorarium Linmas diwajibkan dialokasikan melalui pemerintah desa sesuai dengan Peraturan Bupati.
Dalam audiensi tersebut, Ahmad Riza Patria mengapresiasi paparan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mengenai arah pembangunan desa. Pemerintah pusat, berdasarkan keterangan dalam naskah sumber, menyatakan dukungan terhadap percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi desa melalui sinergi program.
Thaher mengatakan pemerintah daerah akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah pusat agar potensi desa dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jika desa kuat, Maluku Tenggara akan maju,” ujar Thaher.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



