Maluku

Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sejumlah Wilayah di Maluku

potretmaluku.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon mengeluarkan peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Maluku untuk Jumat, 2 Oktober 2026. 

Keterangan yang diterima redaksi potretmaluku.id dari BMKG Maluku, Kamis, 1 Oktober 2026 menyebutkan, sebagian besar wilayah daratan tercatat berada pada tingkat kerawanan tinggi hingga sangat tinggi. 

Berdasarkan pemetaan Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (SPARTAN), indikator kekeringan bahan bakar ringan di permukaan tanah (Fine Fuel Moisture Code/FFMC) berada pada status aman hingga sangat mudah terbakar. 

Kondisi ini mencakup material seperti sampah daun kering, humus permukaan, dan alang-alang yang menutupi lantai hutan. 

“Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah berada pada kategori aman hingga sangat mudah,” tulis BMKG dalam laporan resmi yang dirilis Kamis, 1 Oktober 2026. 

Risiko kebakaran kian meningkat pada lapisan tanah menengah (Duff Moisture Code/DMC). BMKG mencatat tingkat kemudahan terbakar pada lapisan bahan organik kedalaman 5–10 sentimeter serta semak belukar berkayu masuk dalam kategori tidak mudah hingga sangat mudah terbakar. 

Selain kekeringan material tanah, kecepatan angin diprakirakan mempercepat potensi penyeberan api. Indikator Initial Spread Index (ISI) menunjukkan tingkat kemudahan penyebaran api berada pada kategori rendah hingga sangat tinggi. 

Nilai penyebaran api ini tercatat dapat meningkat dua kali lipat setiap kenaikan kecepatan angin sebesar 13 kilometer per jam. Potensi penyeberan api paling cepat terdeteksi di kawasan padang rumput dan alang-alang. 

Adapun tingkat intensitas api (Fire Weather Index/FWI) di wilayah Maluku berada pada rentang sedang hingga sangat tinggi. BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk memantau kondisi cuaca serta meningkatkan kewaspadaan guna mencegah timbulnya titik api di area rawan.(TIA) 

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis :
Editor :

Berita Serupa

Back to top button