Amboina

Promosi Kota Ambon di Surabaya: Dari Tari Tradisi ke Sektor Jasa

potretmaluku.id – Pemerintah Kota Ambon memanfaatkan momentum Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Munas APEKSI) VII di Surabaya sebagai ajang kolaborasi, promosi potensi daerah, dan pertukaran inovasi antarkota.

Kegiatan yang berlangsung sejak 6 hingga 10 Mei 2025 itu dianggap penting dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Ambon yang juga juru bicara Pemerintah Kota Ambon, Ronald Lekransy, dalam keterangannya yang diterima potretmaluku.id, Senin, 12 Mei 2025, menjelaskan bahwa Munas APEKSI menjadi wadah strategis dalam menemukan solusi atas tantangan pembangunan kota.

“Tema ‘Dari APEKSI untuk Negeri’ mencerminkan komitmen seluruh kota di Indonesia, termasuk Ambon, untuk bergerak bersama menuju Indonesia Emas,” ujar Lekransy.

Munas APEKSI kali ini dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan, mulai dari forum strategis, Indonesia City Expo, hingga kunjungan lapangan. Salah satu tujuannya, kata Lekransy, adalah memperkuat kolaborasi antarkota agar ketimpangan pembangunan dapat diminimalkan.

“Kelebihan tiap kota bisa menjadi model pengembangan bagi kota lainnya, tentu dengan penyesuaian terhadap kearifan lokal masing-masing,” ucapnya.

Dalam ajang ini, Kota Ambon berpartisipasi aktif dalam berbagai program, seperti Youth City Changers, Forum Literasi Digital, Forum Lingkungan, Forum Perencanaan, Indonesia–Korea Smart City Business Forum, Ladies Program, City Tour, hingga Karnaval Budaya. “Ini semua menjadi peluang yang patut disyukuri,” ujarnya.

Ambon, kata Lekransy, juga memanfaatkan forum ini untuk menampilkan kemajuan daerah serta memperkenalkan sektor unggulan, seperti jasa, perdagangan, dan pariwisata. “Seluruh delegasi membawa pesan bahwa Ambon adalah kota yang aman, nyaman, terbuka, dan siap menyambut investasi dari berbagai sektor,” katanya.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, turut hadir dalam rangkaian Munas sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi pembangunan antarwilayah. “Sinergi ini menjadi fondasi membangun Indonesia dari timur, dimulai dari Ambon, Maluku,” tutur Lekransy.

Penutupan Munas APEKSI turut dimeriahkan dengan pentas seni dan karnaval budaya. Kota Ambon ambil bagian dengan menampilkan kekayaan budaya lokal yang berhasil memukau peserta dan masyarakat. Dalam Festival Seni Internasional, Ambon menerima penghargaan untuk Penampilan Personil Terbaik.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Ambon,” ucap Lekransy.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menilai keikutsertaan dalam karnaval budaya menunjukkan bahwa kekayaan budaya Ambon merupakan kekuatan besar dalam membangun semangat kolaborasi. “Munas APEKSI boleh selesai, tapi tanggung jawab kita untuk membangun Ambon tidak pernah selesai,” katanya.

Ia pun menutup dengan mengingatkan filosofi dari slogan “Beta par Ambon, Ambon par Samua”. “Ambon adalah milik semua orang. Karena itu, butuh kerelaan kita semua untuk terus merawat dan membangun kota ini,” ujar Lekransy.(*/TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button