Pendapat

Program Informasi dengan Pendekatan ATM

Mencari informasi ringan, unik, dan kuat juga bukan perkara gampang. Saya biasa memanfaatkan berita foto dengan caption terbatas, lalu saya buatkan narasinya sendiri. Informasi-informasi ringan, juga saya kembangkan dari halaman yang menampilkan gambar atau ilustrasi koleksi Museum Ripley’s Believe It Or Not! Berita khas koran Pedoman Rakyat itu, memang benar-benar aneh tapi nyata. Misalnya, belalang yang dijatuhi hukuman mati karena merusak kebun warga. Peristiwa serangan hama belalang di salah satu negara Afrika itu, menyebabkan petani gagal panen.

Berita lain, yang lekat dalam ingatan saya, tentang Permadi, politisi PDIP yang mengungkap adanya seorang anak kecil dipenjara hanya gegara mencuri burung seharga Rp1.000. Peristiwa yang dibocorkan politisi yang suka mengenakan pakaian berwarna hitam ini lalu dimuat Kompas. Malamnya, pukul 19.30-20.00 WIT kita di Makassar, menonton berita itu, yang ditayangkan Seputar Indonesia, acara berita unggulan stasiun relevisi RCTI.

Saya senang kalau fans datang ke Radio Venus lalu menyampaikan bahwa berita yang disiarkan radio ini, malamnya ditayangkan di RCTI. Mendengar komentar seperti itu, saya sampaikan bahwa beritanya saya kutip dari Kompas. Namun, apresiasi begini membantu saya menangkap informasi apa yang dibutuhkan pendengar.

Ada peristiwa di mana saya merasa bersalah. Pasalnya, saya pergi nonton di Mall Studio, Jalan Cenderawasih, memanfaatkan free pass dari program acara Cinema-Cinema, tanpa terlebih dahulu menyiapkan naskah berita yang akan dibacakan. Sebagai informasi, acara Cinema-Cinema merupakan Special Program, yang berisi resensi film. Acara yang dibawakan oleh Angel dan Adin Aditya ini bekerjasama dengan bioskop Mall Studio. Mall Studio ini dirusak dan dibakar saat kerusuhan Mei 1998.

Begitu saya tiba di studio menjelang pukul 5 sore, saya mendapati Kak Vincen, tengah mengetik pada mesin ketik yang biasa saya pakai membuat berita. Vinsensius L Delius, merupakan penyiar merangkap marketing. Hari itu dia tergerak membuat berita, karena pukul 17.00 “Lintasan Berita” sudah mesti dibacakan Atien, penyiar yang bertugas waktu itu. Namun rupanya, baru satu berita dibuat, dia tidak tahu bagaimana mengakhiri tulisannya. Begitu saya datang, saya langsung menggantinya, dan merampungkan berita yang dibuat Vincen.

Radio Telstar, belakangan mengembangkan program sejenis dengan nama “Lintasan 103”. Saya ingat, Pak Eric Djajakusli, pimpinan Radio Telstar, suatu hari menelepon ke studio. Beliau bertanya kepada saya, nama program informasi yang disiarkan Radio Venus. Beliau mau memastikan, nama acara yang akan dibuat Radio Telstar tidak sama dengan Radio Venus.

Lama setelah saya tak lagi di Radio Venus, radio yang menguadara dari Kompleks Permata Hijau Blok L Nomor 9 itu punya program berita yang diberi nama “Venus Hot News”. (*)

Gowa, 18 Februari 2024

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button