MalukuEkonomi & Bisnis

Peningkatan Inflasi di Maluku Diantaranya Karena Naiknya Harga Tiket Pesawat

potretmaluku.id – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Noviarsano Manullang menyebutkan, Provinsi Maluku tercatat mengalami inflasi sebesar 1,05% (month to month/mtm) pada bulan November 2021.

“Angka ini meningkat dibandingkan dengan inflesi yang terjadi pada bulan Oktober 2021 sebesar 0,19% (mtm),” ujar Noviarsano, Kamis (2/12/2021).

Peningkatan inflasi Maluku secara bulanan tersebut, kata dia, utamanya disebabkan oleh kekompok trarsportasi serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Menurut dia, realisasi inflasi Provinsi Maluku secara bulanan pada November 2021, tercatat lebih tinggi dari Nasional yang mengalami inflasi sebesar 037% (mtm).

“Adapun secara tahunan dan tahun berjalan, inflasi Provinsi Maluku masing-masing tercatat sebesar 3,08% (year on year/yoy) dan 3,19% (year to date/ytd),” terangnya.

Realisasi inflasi Maluku sampai dengan bulan November 2021, kata Noviarsano, berada pada rentang sasaran inflasi tahun 2021, yang ditetapkan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku sebesar 3.01% (yoy).

Kelompok transportasi, lanjut dia, mengalami inflasi sebesar 6,73% (mtm) dan menyumbangkan andil sebesar 087% (andil, mtm).

“Peringkatan harga pada kelompok transportasi utamanya disebabkan oleh kenaikan tarif angkutan udara sebesar 30,65% (mtm), didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap jasa angkutan udara seiring dengan meningkatnya aktivitas manyarakat sepanjang bulan Novembar 2021,” bebernya.

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) Bank Indonesis, tambah Noviarsano, tarif angkutan udara rute Jakarta – Ambon meningkat sebesar 60,96% (mtm) pada minggu ke-IV November 2021 menjadi Rp.2.558.075.

Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,39% (mtm) dan menyumbangkan andil sebesar 0.12% (andil, mtm).

Inflasi pada kelompok ini utamamya, kata Noviarsano, didorong oleh komoditas cabai rawit dan ikan layang yang masing-masing tercatat mengalami infasi sebesar 27,40% (mtm) dan 7,65% (mtm).

Kenaikan harga kedua komoditas tersebut, disebutnya, ditengarai terjadi akibat menururnya pasokan karena pola panen yang masuk kondisi waspada produksi, serta fenomena La Nina yang mulai terjadi di wilayah Maluku.

“Selain itu, kenakan tarif pengiriman kontaner disinyalir mengakibatkan kenaikan harga, khususnya pada komoditas-komoditas yang didatangkan dari luar daerah,” ujarnya.

Menurut dia, berdasarkan SPH Bank Indonesia, harga cabai rawit merah tercatat meningkat sebesar 29.22% (mtm) menjadi Rp63.900 pada akhir bulan November 2021.

Dalam rangka menjaga stabilitas infiasi sekaligus upaya peringkatan perekonomian Provinsi Maluku selama November 2021, Noviarsano menuturkan, TPD Provinsi Maluku telah melaksanakan beberapa program kerja diantaranya:

1. HLM TPID Kabupatern Seram Bagan Timur (SBT) pada awal bulan November 2021 dipimpin langsung oleh Bupati SBT membahas mengenai upaya pengendalian harga dan stok antar-intra wiayah di SBT serta penjajakan potensi KAD SBT, dengan beberapa kabupaten kota di Provinsi Papua Barat dan Provinsi Sulawesi Utara.

2. HLM TPID Kabupaten Maluku Tenggara dipimpin langung oleh Bupati Maluku Tenggara mengupdate program pengendalian inflas sekaligus meluncurkan aplikasi pemantauan stok dan harga bahan pokok berbasis digital.

3. Monitoring Pasokan Bahan Pokok hingga akhir November 2021 terpantau mengalami penurunan stok, pada enam dari 12 bahan pokok di tingkat distributor, apabila dibandingkan dengan bulan Oktober 2021. Adapun komoditas bahan pokok yang mengalami penurunan stok yang signifikan adalah minyak goreng.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku tetap berkomitmen menjaga stablitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Daerah, baik di tingkat Provinsi maupun Kota Kabupaten, guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai dengan kisaran targetnya yaitu sebesar 3,01% (yoy).

Pengendalan inflasi di Maluku dlakukan melalui strategi kebijakan 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Parsokan, Kelancaran Distrbus dan Komunkni Efektif.(TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button