Amboina

Pemkot Mulai Susun Rencana Induk Pengelolaan Sampah

potretmaluku.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mulai mensiasati pengelolaan sampah yang sampai saat ini sulit diatasi, dengan menyusun rencana induk pengelolaan sampah.

Lewat program Clean City Blue Ocean (CCBO), Pemkot bersama United States Agency for International Development (USAID) menyusun rencana induk pengelolaan sampah sebagai acuan pelaksanaan kebijakan pengelolaan sampah.

Pj. Wali Kota Ambon dalam sambutan yang disampaikan Asisten III Setda Ambon, Roby Sapulette mengaku, hingga sekarang, pemkot belum memiliki rencana induk pengelolaan sampah.

Untuk itu, melalui program CCBO yang diprakarsai USAID, maka hal tersebut dapat terwujud. Rencana induk pengelolaan sampah merupakan acuan kebijakan dalam pengelolaan sampah di Kota Ambon.

“Supaya jelas, bagaimana pemkot dan seluruh pemangku kepentingan memahami dan mempedomani apa yang dituangkan dalam rencana induk pengelolaan sampah yang akan diimplementasikan dalam kegiatan penanganan dan pengurangan sampah,” jelasnya.

Wattimena menyebut, kegiatan penanganan dan pengurangan sampah itu mencakup lima aspek, yakni teknis operasional, pembiayaan, peraturan atau regulasi, kelembagaan, dan peran serta masyarakat.

Menurutnya, Kota Ambon dengan populasi penduduk sebanyak 352.490 jiwa yang tersebar pada lima kecamatan masih diperhadapkan berbagai tantangan, seperti meningkatnya jumlah timbulan sampah, belum memadainya sarana dan prasarana pengelolaan persampahan, belum optimalnya partisipasi dan kesadaran masyarakat, belum optimalnya penegakan aturan, pengelolaan sampah perbatasan dan teluk, topografi dan orbitasi wilayah pengangkutan sampah, serta peningkatan PAD dari retribusi sampah.

Di tengah tantangan yang ada serta dalam rangka memenuhi target pengelolaan sampah, maka Kota Ambon sudah harus memiliki rencana induk pengelolaan sampah yang komprehensif dan efesien.

“Itu harus, sesuai dengan amanat PP Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga,” katanya.

Dia berharap, pemkot bisa mendapat masukan dari kegiatan konsultasi publik yang dilaksanakan untuk memperkaya draft rencana induk pengelolaan sampah yang telah disusun menjadi acuan pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan di Kota Ambon.

“Kami berharap, itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Direktur CCBO, Tiene Gunawan menjelaskan, pendekatan dalam pengelolaan sampah merupakan pendekatan terpadu dari hulu sampai hilir, yang mencakup tata kelola regulasi, perubahan perilaku, pengembangan sistem persampahan yang efektif, dan mendorong keterlibatan perempuan di setiap aspek pengelolaannya.

“Saat ini kita berfokus pada aspek tata kelola pengelolaan sampah di Kota Ambon dengan perencanaan yang utuh, terpadu, dan menyentuh semua aspek perencanaan dan elemen-elemen kunci, untuk mendorong tercapainya Ambon yang bersih dan laut yang biru secara berkelanjutan,” ujar Tiene Gunawan. (HAS)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button