LUMA: Menghubungkan Warisan Arsitektur Maluku dengan Masa Kini

Kemudian, pada Jumat, 30 Mei 2025 pukul 20.00 WIT, akan digelar pertunjukan musik dan penutupan pameran, yang sekaligus menjadi puncak dari rangkaian kegiatan ini. Semua acara ini terbuka untuk umum, memperluas jangkauan LUMA kepada masyarakat luas.
Dukungan dan Kolaborasi: LUMA sebagai Model Inklusif
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dana Indonesiana serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan pada komunitas lokal semata, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama.
LUMA bukan hanya sekadar proyek dokumentasi. Ia merupakan sebuah gerakan yang membangun jembatan antara arsitektur tradisi dan inovasi desain kontemporer, antara nilai leluhur dan tantangan masa depan.
Program ini menghidupkan kembali wacana tentang pentingnya arsitektur sebagai ekspresi budaya, bukan sekadar struktur fisik.
Menuju Arsitektur yang Berakar dan Berwawasan Lokal
Apa yang dilakukan oleh tim LUMA seharusnya menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia. Dengan menyandingkan dokumentasi, edukasi, partisipasi komunitas, dan ekspresi kreatif, LUMA telah menunjukkan bahwa warisan arsitektur tradisional bisa tetap hidup dan bertransformasi tanpa kehilangan jati dirinya.
Melalui pendekatan ini, arsitektur tidak lagi sekadar soal estetika atau fungsi, tetapi juga menjadi alat komunikasi budaya, identitas sosial, dan pernyataan ekologis.
Di tengah derasnya arus globalisasi, LUMA menunjukkan bahwa modernitas dan tradisi tidak harus saling bertentangan, mereka bisa saling menguatkan.
LUMA hadir bukan sebagai museum diam, melainkan sebagai ruang hidup yang terus bergerak. Ia merekam, menafsir, dan menghidupkan kembali jejak-jejak arsitektur yang membentuk identitas masyarakat Maluku.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, LUMA berhasil menghadirkan cara pandang baru terhadap pelestarian budaya: bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi merancang masa depan yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi




