Di tengah masyarakat, banyak informasi dan pesan penting lebih mudah dipahami jika disampaikan dalam Bahasa Malayu Ambong. Sayangnya, bahasa itu masih sebatas lisan. Tidak ada acuan resmi untuk menuliskannya, apalagi menggunakannya di dokumen formal atau pendidikan.
Dari situ, Lise semakin yakin: harus ada panduan ejaan baku. Tanpa itu, bahasa ini akan terus terpinggirkan dan perlahan hilang.
Merangkai Kata, Menjaga Warisan
Perjuangan Lise tidak sebentar. Ia mulai mencari referensi, hingga menemukan karya penelitian Dr. Don van Minde berjudul Malayu Ambong: Phonology, Morphology, Syntax. Ia juga menjalin kerja sama dengan Dr. Johnny Tjia dari Yayasan Sulinama di Ambon, yang sebelumnya telah membuat draf awal panduan ejaan.
Dengan tekun, Lise memadukan penelitian akademis dengan pendekatan praktis agar mudah dipahami masyarakat luas. Ia tidak hanya menulis aturan ejaan, tetapi juga melengkapinya dengan sejarah, peta bahasa, kosakata, dan perbandingan pengucapan dengan bahasa Indonesia.
Setiap halaman buku ini lahir dari keyakinan bahwa bahasa bukan hanya kata-kata, tetapi juga rumah bagi identitas dan sejarah.
Buku yang Lebih dari Sekadar Panduan Ejaan
Buku Suara Malayu Ambong – Panduan Ejaan Bahasa Malayu Ambong bukanlah karya ilmiah kaku. Ia adalah panduan praktis yang mengajarkan cara menulis bahasa ini dengan benar, namun juga mengajak pembaca merasakan kehangatan dan kebanggaan memiliki bahasa sendiri.
Buku ini adalah hasil kolaborasi lintas negara dan lintas generasi. Ia menghubungkan peneliti di Belanda, akademisi di Ambon, pegiat budaya, dan masyarakat Maluku yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Bagi Lise, buku ini adalah surat cinta untuk tanah leluhur. Ia mengundang semua orang Maluku—baik yang tinggal di negeri sendiri maupun di perantauan—untuk kembali merangkul bahasa ini. Menulisnya, mengajarkannya pada anak-anak, menggunakannya di media sosial, bahkan menulis karya sastra dengannya.
Sebab, setiap kali kita menulis dalam bahasa kita sendiri, kita sedang berkata kepada dunia: “Ini aku. Ini identitasku. Ini suaraku.”
Mari Jadi Bagian dari Gerakan Pelestarian
Kini, buku ini siap Anda miliki. Tidak hanya sebagai referensi, tetapi sebagai langkah nyata menjaga warisan. Dengan membelinya, Anda ikut memastikan Bahasa Malayu Ambong tetap hidup, dibaca, dan ditulis oleh generasi masa depan.(TIA/ZAI)
✨ Pre-Order 12–30 Agustus 2025 Harga Spesial: Rp76.500,- (diskon 10% dari harga normal Rp85.000,-) Pesan sekarang di 0812 8911 7080 (AMQ) – 0813 1708 8300 (JKT) Stok terbatas – jangan tunggu sampai bahasa kita tinggal kenangan.
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



