Amboina

Impian Sirkuit Permanen di Ambon: Merawat Bakat Otomotif Generasi Muda

potretmaluku.id – GAUNG mesin motor balap bergema di Kawasan Transit Passo, Ambon, Jumat, 8 Agustus 2025, menandai dimulainya event Nusa Apono Road Race seri II.

Namun, di balik semaraknya acara yang diikuti oleh ratusan pebalap ini, tersimpan sebuah asa besar yang tengah diperjuangkan oleh Pemerintah Kota Ambon: kehadiran sirkuit permanen. Harapan ini tak lain adalah upaya untuk mewadahi bakat-bakat otomotif yang kian menjamur di kalangan generasi muda.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengakui kelemahan kota ini dalam menyediakan fasilitas yang memadai bagi para pebalap.

“Kelemahan kami adalah belum mampu menyediakan sarana yang memadai untuk anak muda dalam melakukan aktivitas otomotif,” ujarnya saat membuka acara.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah kota tidak tinggal diam. Bodewin mengungkapkan, usulan pembangunan sirkuit permanen sudah disampaikan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga sejak ia masih menjabat sebagai Penjabat Wali Kota.

Lahan pun telah disiapkan, menyisakan doa dan harapan agar rencana ini bisa terwujud dalam lima tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Ely Toisutta.

Menurutnya, sirkuit permanen merupakan kebutuhan mendesak bagi Ambon. Fasilitas ini bukan sekadar arena balap, melainkan ruang yang aman dan produktif bagi anak muda untuk menyalurkan bakatnya.

Jika pemerintah pusat tidak dapat membantu, Pemkot Ambon berkomitmen untuk “mencicil” pembangunannya secara bertahap. Hal ini mencerminkan tekad kuat pemerintah daerah dalam merawat potensi yang dimiliki generasi muda.

Event Nusa Apono Road Race seri II yang memperebutkan piala bergilir Wali Kota Ambon ini menjadi momentum penting untuk mengukur antusiasme. Dengan 347 peserta dari Ambon dan luar daerah, acara ini membuktikan bahwa minat terhadap balap otomotif sangat tinggi.

Bodewin pun memberikan apresiasi kepada Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Ambon dan panitia penyelenggara atas inisiatif menggunakan sirkuit non-permanen untuk tetap memberi ruang bagi para pebalap unjuk gigi.

Acara balapan yang berlangsung hingga Minggu, 10 Agustus 2025 ini menjadi panggung sementara bagi para pebalap. Namun, di setiap putaran motor, harapan akan hadirnya sirkuit permanen semakin menguat, menjadi janji bagi masa depan otomotif Ambon yang lebih terarah dan berprestasi.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button