PKK Ambon Ajak Generasi Muda Tangkal Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
potretmaluku.id – Di tengah hiruk pikuk aktivitas belajar, suasana di aula SMP Negeri 4 Ambon berubah menjadi forum diskusi yang sarat makna.
Ratusan siswa-siswi duduk menyimak paparan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, yang hadir bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AMD), Meggi Lekatompessy.
Pada Jumat, 8 Agustus 2025, agenda ini bukan tentang pelajaran formal, melainkan sebuah sosialisasi krusial tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Lisa Wattimena menyampaikan berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi yang kerap dialami oleh perempuan dan anak.
Tujuannya, membekali para siswa dengan pengetahuan dan kesadaran sejak dini. Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan ini bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh seluruh elemen masyarakat.
“Harapan kami, sosialisasi ini dapat memberikan pengetahuan dan kesadaran yang lebih baik kepada masyarakat tentang pentingnya melindungi hak-hak perempuan dan anak,” tegasnya.
Menurut Lisa, peran aktif dari setiap individu, termasuk para siswa, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Ia mengajak para siswa untuk menjadi garda terdepan dalam mencegah kekerasan dan diskriminasi, dimulai dari lingkungan terdekat mereka.
Sambutan hangat diberikan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Ambon, Oestanto. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas inisiatif PKK Ambon yang dinilainya sangat bermanfaat. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi sekolah yang mengedepankan pendidikan karakter.
“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi yang luar biasa dan perlu dikembangkan secara bersama-sama,” ujar Oestanto.
Sosialisasi ini menjadi momentum penting bagi SMP Negeri 4 Ambon untuk memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang peduli, peka, dan bertanggung jawab terhadap isu-isu sosial di sekitarnya.
Dengan menanamkan nilai-nilai ini sejak dini, Ambon bergerak maju satu langkah untuk menjadi kota yang lebih ramah dan aman bagi perempuan dan anak.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



