Telusur Sejarah

1 Mei 1963, Hari Pembebasan Irian Barat yang Mulai Terlupakan

CATATAN RINGAN

Sosok Tokoh PEPERA

Bila mencermati daftar rakyat Irian Barat yang memberikan hak suaranya dalam Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA), ada beberapa nama yang penulis pernah menziarahi makamnya atau berjumpa dengan keturunannya.

Pada makam mereka tercantum keterangan bahwa mereka adalah Tokoh PEPERA. Di antara mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda: Raja, Pendeta, Tokoh Pendidik, Tokoh Adat dan lainnya.

Baca JugaMengenang Kembali Revolusi Kain Timor di Ayamaru Papua Barat

Namun, terkadang nomor urut nama mereka dalam daftar itu berbeda. Sebab, daftar PEPERA ada perbedaan antara tulisan Salikin Soemowardojo dengan tulisan karya Tarmidzy Thamrin dalam buku Boven Digul: Lambang Perlawanan terhadap Kolonialisme (2001). Bila Salikin mencatat jumlah sebanyak 1.025 orang, maka Tarmidzy mencatat 1.026 orang.

Dari Manokwari, salah satunya ada nama Lodewijk Mandatjan. Nama ini tercantum dalam nomor urut 36. Penulis telah berjumpa dengan keturunannya, yaitu Drs. Dominggus Mandacan, M.Si. yang merupakan Gubernur Papua Barat 2017-2022 dan sebagai Kepala Suku Besar Arfak. Penulis pernah menghadiahkan tiga buah foto Lodewijk Mandatjan (11 Januari 1967) kepada putranya tersebut.

pembebasan irian barat
Foto: Dok. Penulis

Nama berikutnya dari Manokwari adalah Jan Wanggai dalam nomor urut 71. Jan Wanggai merupakan ayahanda dari Dr. Toni Victor Mandawiri Wanggai, M.A., Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua di Jayapura. Penulis pun telah berjumpa dengan keturunan tokoh PEPERA itu di rumahnya di kawasan Dok 9, Jayapura pada Mei 2022.

Sedangkan dari wilayah Sorong ada nama Abraham Kambuaja dengan nomor urut 830. Abraham Kambuaja atau Raja Bobor Hwainthake Abraham Kambuaja merupakan tokoh PEPERA yang juga dikenal sebagai Raja di Ayamaru, Maybrat dan Tokoh Pembangunan. Penulis telah berziarah ke makam sahabat Kontrolir Belanda Jan Massink itu pada Juni 2022 lalu.

Baca Juga: Hikayat Tanah Hitu dan Kewafatan Mihirjiguna

Nama terakhir yang Penulis ziarahi makamnya adalah Mathias Kambu atau Raja Mathias Kambu. Dalam daftar PEPERA, namanya tercantum pada nomor urut 835 (di nisan makam di sebelah Gereja Jemaat Sion di Kampung Kambufatem Distrik Aitinyo Barat Kab. Maybrat tercatat pada nomor 836). Penulis mengunjungi makamnya pada pertengahan Desember 2022 lalu.

Bila mencermati kehidupan keturunan dari para tokoh PEPERA tersebut, hampir semuanya bernasib baik. Mereka ada yang berhasil dalam bidang pemerintahan, pendidikan, sosial kemasyarakatan dan bidang-bidang lainnya. Kehidupan keturunan para tokoh PEPERA itu seolah mendapat berkat Tuhan (diberkati) sehingga mencapai keberhasilan pada bidangnya.(*)


Catatan:
Selesai ditulis pada Senin, 1 Mei 2023 pkl. 07:15 WIT di RDM Trikora-Arfai 2 Manokwari bertepatan dengan 60 tahun Hari Pembebasan Irian Barat (1 Mei 1963-2023).

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button