
Saya dan Nasrul kemudian diajak ke sekolahnya, hari itu juga, setelah beliau mengikuti meeting di Dinas Pendidikan. Pertemuan pertama kami itu terjadi pada 9 Januari 2018.
Setelah membuat konsep dan menyusun perencanaan, kami pun bersepakat untuk bekerja sama. Kami akan mengadakan kegiatan sebagai sebagai tindak deklarasi SRA lagi, karena pernah dilakukan sebelumnya.
Pilihannya, kami mengadakan kegiatan Penguatan Program mencakup tiga aspek sekaligus, yakni Sekolah Ramah Anak, Sekolah Adiwiyata, dan Sekolah Model. Supaya “bunyi” maka perlu dicarikan suatu kegiatan yang bisa mengundang media massa datang meliput. Pilihannya, akan ada prosesi sebagai tanda penguatan program dilakukan.
Saya menawarkan ke Bu Fahma untuk menggandeng Zaenal Beta, pelukis tanah liat, yang spiritnya nyambung dengan program Sekolah Adiwiyata. Zaenal Beta tertarik begitu ia disambangi di galerinya di Fort Rotterdam.
Sebagai pembuka acara, Zaenal Beta berkolaborasi dengan dua anak yang membaca puisi bertema lingkungan, yakni A.M. Fajar Ramadhan (kelas 4) dan Ainun Nadya Utina (kelas 3).
Setelah itu, anak-anak diajak melukis bersama dengan menggunakan medium tanah liat. Pendongeng Mami Kiko juga diajak dalam acara pembukaan, yang membuat anak-anak terhibur dan mendapat edukasi segar.
Konsep ini disukai teman-teman media. Banyak wartawan datang meliput saat kegiatan dilakukan di lantai 2 SDN Kosamja, pada 18 Januari 2018. Strategi media ini memang dirancang semenarik mungkin, dan menjadi pola bagi sekolah itu pada setiap kegiatannya.
Maksudnya, setiap kegiatan kami mempertimbangkan nilai dan kelayakan berita, supaya program-program yang dilakukan mendapat publikasi luas.
Sukses kegiatan pertama, menjadi semangat bagi kami bikin kegiatan berikutnya. Formula mengemas event untuk kepentingan pemberitaan media massa, kami padukan dengan memanfaatkan peringatan hari-hari besar nasional dan hari-hari tertentu terkait isu-isu yang aktual.
Kami mengadakan peringatan Hari Down Syndrome, dengan mengundang PERDIK (Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan), Hari Film Nasional mengundang PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia), dan Hari Perempuan Internasional mengundang Solidaritas Perempuan Anging Mammiri (SP AM).
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



