Pendapat

Fahmawati, Sekolah Ramah Anak dan Program Inovasi

PENDAPAT

Saat Hari Pers Nasional (HPN), kami berkunjung ke Tribun Timur, dan ketika Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas), anak-anak menjadi narasumber dalam program ACI (Anak Cerdas Indonesia) di RRI Pro1 Makassar,

Kami mengajak teman-teman RELASI (Relawan Antikorupsi), yang terdiri dari sejumlah komunitas, seperti ForGupi (Forum Guru Penggerak Integritas), ObatManju (Orang Hebat Main Jujur), Rumah Dongeng, FLAC (Future Leader Anti-Corruption), dan IFL (Indonesian Future Leader) chapter Sulsel. Semua itu terjadi di tahun pertama saya berkolaborasi dengan Bu Fahma dan SDN Kosamja, di tahun 2018.

Kami memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dengan cara berbeda. Mulai dari pembina upacara, hingga pelaksana uoacara lainnya dilakukan oleh anak-anak.

Guru-guru saat itu, menjadi peserta upacara. Upacara yang mendapat publikasi luas media massa ini, bukan saja unik tapi juga lucu. Anak-anak yang bertugas itu ternyata mengenakan baju Korpri neneknya atau orangtuanya.

Fahmawati kelahiran Makassar, tahun 1973. Surat tugasnya sebagai Kepala Sekolah SDN Kosamja diteken tanggal 26 Maret 2016. Namun dia mulai bertugas di sana per tanggal1 April 2016.

Sebelumnya, Fahmawati mengawali karier sebagai guru di SD Negeri Tanggul Patompo 2, dari tahun 1995 hingga 2011. Setelah itu, sebagai Kepala Sekolah di SD Inpres Bertingkat Mamajang 1.

Sebelum Pemkot Makasssr mengadakan lomba-lomba inovasi, SDN Kosamja sudah melakukan beberapa inovasi. Antara lain TeleFiBi (televisi FB) berupa reportase melalui Facebook, TEMAN (Tim Edukasi dan Mediasi Anak), Festival KePo (kenali potensi dan kenali profesi), di mana anak-anak tampil dengan busana dari profesi yang dia cita-citakan, Radio Sehat, Kosamja Mart, dan beberapa inovasi lainnya.

Program-program inovasi ini bukan saja sebagai daya tarik ke teman-teman jurnalis untuk datang meliput, tapi juga sebagai upaya percepatan program. Dengan adanya produk inovasi, maka program akan dilakukan lebih fokus dan sistematis.

Manajemen dan pengorganisasian sumber daya juga dilakukan karena mereka terbagi atas tim atau kelompok kerja. Dengan begitu, beban terdistribusi kepada setiap kelompok dan ada pendelegasian tugas dan tanggung jawab.

Selain strategi media, kemasan program, dan pembentukan tim kerja, kami juga gencar membangun networking dengan banyak pemangku kepentingan.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4 5Next page

Berita Serupa

Back to top button