Desa Kaibobu Gelar Upacara Buka Sasi 2025
Sejak 2023, Yayasan SAHARI bersama Blue Ventures mendampingi nelayan di Kaibobu melalui penguatan kelembagaan adat dan pengelolaan perikanan berbasis komunitas.
Dukungan ini turut mencakup penyusunan dan revitalisasi aturan adat Sasi, pelatihan pemantauan sumber daya laut, penguatan kapasitas perempuan dan pemuda, serta dukungan teknis dan logistik.
Sasi Menjaga Laut Dunia
Menjelang puncak upacara Buka Sasi, anak-anak Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil Kaibobu mengikuti kegiatan menggambar dan mewarnai yang mengangkat kisah Sasi dan pesan menjaga laut.
Selain itu, Yayasan SAHARI juga memperkenalkan masyarakat pada pengolahan pangan laut bergizi, mengajak mereka membersihkan pesisir pantai, serta menyelenggarakan pameran foto dan pemutaran film edukatif dari Blue Ventures.
“Kami berharap melalui Buka Sasi, masyarakat semakin menyadari nilai penting tradisi dalam menjaga laut dan sumber daya alam. Sasi bukan sekadar simbol adat, tetapi sistem pengelolaan lingkungan yang bijak dan berkelanjutan,” jelas Petrus Wairissal, Ketua Yayasan SAHARI.
Rangkaian kegiatan ini memperkuat pemahaman pranata adat sekaligus membangun rasa memiliki terhadap tradisi dan lingkungan pesisir. Dengan pendekatan partisipatif, masyarakat pesisir, termasuk generasi muda dan perempuan, didorong melihat Sasi sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar ritual.
Momentum Buka Sasi di Desa Kaibobu tahun ini sekaligus menjadi peringatan nyata atas Hari Perikanan Sedunia pada 21 November. Tradisi adat yang menjaga kelestarian sumber daya laut ini mencerminkan nilai-nilai yang sama dengan tema global, yakni keberlanjutan, pengelolaan bijak, dan kesejahteraan komunitas pesisir.
Untuk mendorong proses buka Sasi, SAHARI juga menggelar sejumlah kegiatan di masyarakat, seperti menggambar dan mewarnai bersama anak-anak Sekola Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI), Latihan Pengolahan Makanan Laut Bergizi bersama Perempuan Kaibobu, Nonton Film Dokumenter Blue Ventures, dan Pameran Foto.

Yayasan SAHARI
Yayasan Nusa Bahari Lestari (SAHARI) merupakan lembaga pemberdayaan yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di Maluku. Sejak berdiri pada 19 Agustus 2024, SAHARI melanjutkan pengalaman lebih dari 30 tahun LPPM-Maluku dalam pembangunan masyarakat.
SAHARI mendukung masyarakat adat agar dapat berdaulat, inklusif, berdaya, dan berkelanjutan melalui penguatan kelembagaan, kemandirian ekonomi, dan model pengelolaan sumber daya alam yang adil, sambil menumbuhkan semangat gotong royong untuk menjaga laut demi masa depan bersama.
Bagi SAHARI, masyarakat lokal adalah penjaga utama ekosistem laut sekaligus pewaris kearifan tradisional seperti Sasi, praktik adat yang menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Tradisi tersebut kini menghadapi tantangan akibat perubahan zaman, dan SAHARI berkomitmen untuk menghidupkan kembali nilai-nilai lokal serta memperkuat kelembagaan adat agar tetap relevan di era modern.
Berbasis di Desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, SAHARI didukung tim multidisiplin yang merupakan anak daerah dan sangat mengenal wilayah serta karakteristik masyarakat Maluku. Lembaga ini beroperasi di berbagai wilayah Maluku, termasuk Seram, Buru, Banda, Lease, Aru, Kei, dan Ambon.(*/TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



