Dekat tapi Tidak Tunduk
Perlu pula realisme. Wantimpres bersifat penasihat, dan dampaknya sangat bergantung pada kemauan politik presiden. Menggantungkan terlalu banyak harapan pada satu kursi justru berisiko menumpulkan kerja advokasi gereja di tempat lain.
Dekat tetapi Tidak Tunduk
Teologi publik mengajarkan bahwa iman tidak berhenti di dinding gereja. Ia berbicara di ruang bersama dengan bahasa yang bisa dipertanggungjawabkan lintas iman: martabat manusia, keadilan, keutuhan ciptaan, dan nilai-nilai Pancasila yang kita sepakati bersama.
Keterlibatan di lingkar kekuasaan sah, bahkan perlu, selama itu dijalani dengan prinsip sederhana yang tidak mudah: dekat tetapi tidak tunduk, terlibat tetapi tidak larut.
Penunjukan ini akhirnya bukan hanya tentang satu orang. Ini adalah cermin bagi gereja: apakah kita siap menopang penasihat kita dengan riset, data lapangan, dan doa, sekaligus tetap bebas menegur ketika perlu? Ini adalah cermin bagi negara: apakah kursi penasihat itu sungguh dibuka untuk didengar, atau sekadar diisi untuk dipajang?
Jawabannya tidak akan datang dari upacara pelantikan, melainkan dari apa yang berubah bagi mereka yang selama ini paling jarang didengar.(*)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS
Penulis :
Editor :



