Telusur Sejarah

Catatan Perjalanan: Napak Tilas Onderneming Land Jasinga*)

Telusuri Jejak Tarumanegara, Tuan Tanah Jonathan Rigg dan Makam Kuno Islam Garisul di Jawa Barat

Mandalagiri artinya, dataran tinggi (Pasiran) atau bukit atau gunung yang dijadikan sebagai lokasi berkumpulnya para tokoh agama Buddha. Ini mirip dengan konsep Pawikuan[4] dalam agama Hindu atau Desasasana. Yang terkenal pada masa Kerajaan Pajajaran adalah Desasasana Sunda Sembawa.

Dari hal ini dapat diketahui, bahwa lokasi ibukota Kerajaan Tarumanegara terdapat di beberapa tempat. Selain di tepi Sungai Ghomati dan Chandrabhaga, lokasi lainnya ada di tepi Sungai Cianteun dan Cisadane (Ciaruteun, Cibungbulang), dan di tepi Sungai Cidurian (Jasinga).

Ini menunjukkan, bahwa peradaban masa lalu juga tidak bisa dilepaskan dari air atau sungai. Selain sebagai sarana vital kehidupan, sungai juga dipergunakan sebagai prasarana transportasi pada masa lalu.[5]

Land Jasinga, Saksi Bisu Tempat Penyusunan Kamus Sunda-Inggris Pertama di Dunia

Nama Jasinga tidak bisa dilepaskan dari sosok Jonathan Rigg (1809-1871)[6]. Rigg adalah tuan tanah (landheer) Land Jasinga hingga kewafatannya pada 1871.

Land Cibungbulang dan Land Ciampea awalnya masuk ke Distrik Parung, hingga 1826. Namun, setelah Jasinga ditetapkan menjadi distrik pada 1826 maka Land Cibungbulang, Land Ciampea, Land Panyawungan atau Leuwiliang masuk ke dalam Distrik Parung.

Tetapi, pada 1879 ketika Land Curuk Bitung atau Nanggung dan Land Sadeng Jambu dipisahkan dari Distrik Jasinga dan digabung dengan Land Ciampea, Land Cibungbulang dan Land Dramaga maka dibentuk Distrik Leuwiliang.

ONDERNEMING LAND JASINGA

Land Cibungbulang pernah dimiliki oleh Jonathan Rigg (1809-1871). Rigg adalah putra seorang pendeta di Yorkshire, Inggris bernama Hugh Rigg (1782-1866). Rigg merupakan pemilik kapal barang di Surabaya yang diberi nama Jane Serena, peminat Etnografi, Antropologi, Arkeologi dan Filologi.

Kamus Bahasa Sunda-Inggris pertama A Dictionary of the Sunda Language of Java disusun oleh Rigg dan diterbitkan pada 5 Agustus 1862. Disana tertulis, oleh Penerbit Lange & Co Batavia disebutkan, bahwa Rigg adalah “Member of the Batavian Society of Arts and Sciences”.[7]

Rigg menulis sedikitnya 10 karya ilmiah di jurnal nasional dan internasional pada masanya. Tulisan Rigg mencakup Etnografi, Antropologi, Filologi, Arkeologi dan Catatan Perjalanan.

Rigg adalah seorang yang memiliki multi-disiplin ilmu berbeda-beda. Sebagai pemilik perkebunan (landheer), Rigg juga memahami metode penanaman kopi dan tanaman lainnya, termasuk mineral tanah. Tulisannya mengenai granit di Distrik Jasinga menarik minat ilmuwan lainnya.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4 5 6 7Next page

Berita Serupa

Back to top button