Maluku

Gubernur Hendrik Lewerissa: AI Tak Tergantikan, Pendeta Harus Hadir Langsung di Tengah Jemaat

potretmaluku.id – Di tengah disrupsi teknologi digital, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengingatkan pentingnya peran gereja sebagai ruang pendampingan jemaat yang tak tergantikan. 

Hal itu ia sampaikan saat meletakkan batu penjuru pembangunan Pastori I Jemaat GPM Imanuel Karang Panjang, Ambon, Minggu, 3 Mei 2026, sebagai bagian dari penguatan pelayanan spiritual.”

Kehadiran Gubernur yang didampingi Ketua TP-PKK Maluku, Maya Baby Lewerissa, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut menjadi manifestasi dukungan Pemerintah Provinsi Maluku terhadap penguatan pelayanan jemaat.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, Hendrik Lewerissa turut ambil bagian meletakkan batu penjuru di hadapan unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga jemaat. 

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya etos kerja sebagai esensi kehidupan orang percaya. Menurut Hendrik, semangat kolektivitas adalah modal krusial dalam menyokong pembangunan fisik maupun spiritual.

“Di tengah kondisi saat ini, membangun bukan perkara mudah. Karena itu dibutuhkan semangat, kerja bersama, dan komitmen seluruh jemaat,” ujar Hendrik.

Ia juga menyinggung musibah kebakaran yang sempat menimpa kantor gereja beberapa waktu lalu. Baginya, peristiwa tersebut adalah tantangan yang harus direspons jemaat dengan semangat untuk bangkit dan melanjutkan pembangunan pelayanan. 

Hendrik mengingatkan bahwa meski pembangunan membutuhkan sokongan dana yang besar, proses pengumpulannya harus tetap mencerminkan nilai-nilai rohani dan integritas pelayanan.

Bagi Gubernur, peletakan batu penjuru ini bukan sekadar simbol dimulainya proyek fisik. Lebih dari itu, momentum ini adalah tanda dimulainya penguatan fungsi gereja. 

Ia menegaskan bahwa pastori kelak tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal pendeta, melainkan pusat pelayanan dan ruang konseling bagi jemaat.

Menariknya, Hendrik juga menyoroti tantangan zaman di tengah masifnya teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). 

Ia mengingatkan bahwa teknologi tidak bisa menggantikan kehadiran fisik pendeta dalam memberikan pendampingan dan bimbingan langsung kepada jemaat.

Hadir dalam agenda tersebut Penjabat Walikota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, serta jajaran pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. 

Sinergi berbagai pihak ini diharapkan memperkokoh kebersamaan dalam mendukung keberlanjutan pelayanan Jemaat GPM Imanuel Karang Panjang.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis :
Editor :

Berita Serupa

Back to top button