Maluku Tenggara

Bupati Thaher Hanubun Ingatkan Pancasila Harus Hadir dalam Kebijakan dan Tindakan Nyata

potretmaluku.id – Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga fondasi Indonesia dalam membangun hubungan dengan masyarakat internasional. 

Melalui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, Indonesia dinilai memiliki tanggung jawab untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Hal itu disampaikan Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, saat membacakan amanat pada peringatan Hari Lahir Pancasila di lapangan upacara Kodim 1503 Tual-Malra, Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (1/6/2026).

Menurut Thaher, Pancasila menjadi fondasi utama dalam arah politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

“Pancasila menjadi fondasi bagi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” ujar Thaher.

Ia mengatakan Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika hubungan internasional.

Menurut dia, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Thaher menjelaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia diwujudkan melalui berbagai langkah nyata.

Di antaranya pengiriman pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penindasan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, tetapi hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Thaher juga mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan relevan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ia mengingatatkan agar nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya dipahami sebagai simbol atau slogan.

Menurut dia, nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata, perilaku sehari-hari, serta kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah. Pancasila harus hadir dalam tindakan, perilaku, dan kebijakan yang kita jalankan setiap hari,” ujarnya.

Thaher juga berpesan kepada para pemimpin di semua tingkatan, baik kementerian maupun pemerintah daerah, agar setiap kebijakan publik berorientasi pada keadilan sosial.

Kebijakan tersebut, kata dia, harus mampu melindungi hak masyarakat kecil dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional dengan melawan berbagai bentuk intoleransi, radikalisme, dan paham-paham yang berpotensi mengancam keutuhan bangsa.

Menutup amanatnya, Thaher mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan dan memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan zaman.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat karena persatuannya dan besar karena nilai-nilai kemanusiaannya,” kata Thaher.

“Selama darah Indonesia masih mengalir dalam tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa,” ujarnya.(TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button